Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pusat Iklim Dunia, 9 Negara "Turun Gunung" ke Bengkulu

Demon Fajri , Jurnalis-Jum'at, 02 Agustus 2019 |12:10 WIB
Pusat Iklim Dunia, 9 Negara
Foto Ilustrasi shutterstock
A
A
A

BENGKULU - Daerah dengan 10 kabupaten/kota ini menjadi lokasi penelitian sembilan negara. Penelitian itu lantaran provinsi berjuluk Bumi Rafflesia ini disebut sebagai sumber penghasil pertama kali awan Cumulonimbus (cb)

Peneliti dari Amerika Serikat (AS), Jepang, Inggris, Australia, Filipina, Malaysia, Singapura, Taiwan dan Korea Selatan, telah 'turun gunung' guna meneliti di daerah Bengkulu. Terhitung sejak tahun 2015 hingga 2019.

 Baca juga: Suhu Jakarta Terasa Lebih Dingin di Malam Hari, Ini Penjelasan BMKG

Dari hasil sementara penelitian, awan hujan di Indonesia sebagian besar terbentuk di provinsi Bengkulu. Di mana awan tersebut bergerak menyebar ke seluruh Benua Maritim Indonesia (BMI) dan ke berbagai belahan dunia.

Hasil itu setelah penelitian dinamika atmosfer melalui kegiatan pengamatan intensif menggunakan balon cuaca/rawinsonde, radar cuaca multi parameter FURUNO, Selex-MPR dan kapal riset Mirai Jepang di wilayah Bengkulu, pada Senin 9 November hingga Jumat 25 Desember 2015.

 Hujan

Peneltian tersebut dilakukan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bengkulu dan Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology (JAMSTEC).

Dalam proses observasi empat tahun silam yang berlangsung selama 47 hari tersebut, ditemukan hasil sementara jika dalam keadaan normal di laut tingkat panas lebih tinggi dari semestinya. Ada gangguan gelombang atmosfer yang intens.

 Baca juga: BMKG Prediksi Cuaca Ibu Kota Cerah Berawan Sepanjang Hari

Hal tersebut berpengaruh pada curah hujan ekstrem di Bengkulu. Sehingga iklim di Bengkulu dinilai paling kompleks di Benua Maritim Indonesia (BMI) dan menjadi tempat cuaca untuk daerah lain.

Daerah yang dihuni tidak kurang dari 1,9 juta ini menjadi tempat pertemuan empat arus laut serta daerah tempat proses terjadinya penguapan pembentukan awan hujan lalu menjadi musim hujan atau kemarau dan mempengaruhi iklim dunia.

Pembentukan awan hujan tersebut tidak terlepas dari daerah dengan 10 kabupaten/kota ini yang memiliki bukit barisan atau kawasan hutan serta menghadap secara langsung Samudera Hindia yang tidak terhalang dengan pulau-pulau.

 Hujan

Awan hujan tersebut terbentuk di laut pada malam hari dan di pegunungan pada siang menjelang sore. Sehingga terbentuk awan hujan.

''Pembentukan awan hujan di Bengkulu karena ada hutan dan langsung menghadap Samudera Hindia. Di Bengkulu tidak ada pulau-pulau sehingga proses pembentukan awan menjadi cepat.'' kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno, Warjono.

''Daerah Bengkulu berbeda dengan daerah lainnya di Indonesia. Setiap daerah di Indonesia juga membuat awan hujan hanya saja berbeda dengan Bengkulu,'' sambung Warjono.

Awan Hujan Menyebar ke Seluruh Dunia

 

 

Pembentukan awan hujan di Bengkulu memiliki keanehan pada Madden Julian Oscillation (MJO). Di mana MJO merupakan salah satu osilasi atmosfer dominan di kawasan ekuator. Fenomena ini berupa gelombang atmosfer yang berosilasi secara perlahan antara 30 hingga 60 hari.

Pergerakan massa udara pada MJO mengikuti sirkulasi skala besar di ekuator ke arah timur Samudera Hindia hingga Pasifik Tengah. Selain itu, di daerah ini adanya pengaruh Cold Surge (Seruakan Dingin) atau aliran udara dingin dari daratan. Cold Surge di definisikan sebagai gelombang dingin Asia.

 hujan

Daerah Bengkulu juga memiliki angin Muson yang selalu berganti arah setiap setengah tahun mengikuti letak matahari. Angin muson tersebut terbagi dua.

Yakni, Muson barat yang bergerak pada bulan Oktober hingga April dari arah Asia menuju Australia. Lalu, Muson Timur yang bergerak pada bulan April hingga Oktober dari arah Australia menuju Asia.

Tidak hanya itu, di daerah ini juga adanya keanehan Wind Rose atau mawar angin atau cakra angin yang merupakan sebuah metode penggambaran informasi mengenai kecepatan dan arah angin pada suatu lokasi tertentu. Adanya keanehan tersebut membuat sembilan negara meneliti di daerah Bengkulu.

''Di Bengkulu, ada keanehan dari MJO hingga wind Rose. Sehingga sembilan negara melakukan penelitian di Bengkulu. Baik di daerah pegunungan maupun di daerah lautan,'' jelas Warjono.

''Bengkulu adalah daerah yang pertama kali dilewati MJO ketika masuk ke Indonesia. Angin di Bengkulu selalu dari arah barat baik musim timur maupun musim barat,'' sampai Warjono.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement