JAKARTA - Data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, sebanyak 113 rumah 1 tempat ibadah dan kantor desa rusak akibat gempa Banten magnitudo 6,9.
Plh Kapusdatin dan Humas BNPB, Agus Wibowo menjelaskan, dari total ratusan rumah tersebut sebanyak 34 rumah mengalami rusak berat, 21 rumah rusak sedang, 58 rumah rusak ringan. Ada pula 1 kantor desa dan 2 tempat ibadah mengalami rusak ringan.
"Jumlah kerugian 113 rumah rusak. 34 unit rumah (RB), 21 unit rumah (RS), 58 unit rumah (RR), 1 unit kantor desa (RR), 2 unit masjid (RR)," kata Agus berdasarkan keterangan tertulisnya, Sabtu (3/8/2019).
Baca juga: Dampak Gempa Banten, 1 Orang Meninggal Dunia, 1.050 Jiwa Mengungsi
Agus merinci bahwa ratusan rumah yang rusak tersebut berada di berbagai wilayah yang terdampak langsung gempa. Ia mengatakan kerusakan rumah paling banyak terjadi di Kabupaten Pandeglang sebanyak 60 rumah, termasuk tempat ibadah dan sebuah kantor desa. Kemudian di Kabupaten Sukabumi 26 rumah.
"Kota Bogor 1 rumah retak-retak, Kabupaten Cianjur 7 rumah, Kabupate Bandung 2 rumah, Kabupaten Bandung Barat 6 rumah, Kabupaten Serang 6 rumah, Kabupaten Lebak 5 rumah, Kabupaten Cilegon 4 rumah," ungkapnya.
Baca juga: Polda Banten Siagakan 250 Personel ke Lokasi Titik Gempa
Seperti diketahui, akibat gempa bumi yang terjadi pada Jumat, 2 Agustus 2019 sekira pukul 19.30 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami. Namun, pada 21.35 WIB, peringatan itu dicabut.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.