nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Masalah Sampah DKI Disebut dari Gubernur Sebelumnya, Ini Respons Djarot

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Sabtu 03 Agustus 2019 20:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 03 338 2087328 masalah-sampah-dki-disebut-dari-gubernur-sebelumnya-ini-respons-djarot-MgYtNDyVOa.jpg Djarot Saiful Hidayat. (Foto: Sarah Hutagaol/Okezone)

JAKARTA - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, memberikan tanggapan terkait sindiran Gubernur Anies Rasyid Baswedan terkait permasalahan sampah di Ibu Kota yang tidak diselesaikan oleh pemimpin sebelumnya.

Mengenai hal itu, Djarot menyebut kalau program Intermediate Treatment Facility (ITF) untuk pengelolaan sampah yang tengah digodok oleh Anies lahir pada masa pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok dan dirinya.

Baca juga: Dikritik soal Sampah, Anies: Bestari Mau Menyerang Saya, Lupa Gubernur Sebelumnya 

"Jadi nanti dibuka dokumennya. Kita membangun ITF ya di Sunter sudah di zaman Pak Ahok, dan zaman saya sudah ditetapkan," ujar Djarot saat berada Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (3/8/2019).

Ilustrasi sampah. (Foto: Okezone)

"Tapi eksekusinya masih belum. Sudah kita tetapkan, sudah kita dorong betul mengelola sampah masyarakat, dan pelarangan penggunaan sampah plastik itu sudah kita mulai," lanjut Drajot.

Baca juga: Diserang Balik Anies, Bestari Ngaku Cuma Jalankan Fungsi Parlemen 

Maka itu, Djarot mendorong program ITF dapat dijalankan pemerintahan Gubernur Anies Baswedan dengan cepat tanpa ada keluh kesah.

"Artinya begini, mari kita mulai. Tantangan ke depan kita selesaikan. Kalau di masa lalu ada kekurangan, ya tugas kita tanpa berkeluh kesah, termasuk polusi," ungkap Djarot.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan meresmikan ITF di Sunter pada Desember 2018. Namun hingga akhir Juni 2019, belum ada perkembangan dari pembangunan ITF tersebut.

Baca juga: DPRD Sebut Pengelolaan Sampah di Jakarta Tak Becus, Ini Kata Anies 

Ilustrasi sampah. (Foto: Okezone)

Hal itu pun sempat dikritik oleh salah satu anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Nasdem, Bestari Barus, karena pengerjaannya dinilai lamban dan anggarannya yang sangat besar yakni mencapai Rp3,7 triliun.

Ketika disindir, Anies justru mengatakan kalau Bestari Barus sedang "menyerang" gubernur-gubernur sebelumnya di DKI Jakarta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini