JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta mengevaluasi posisi Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Ignasius Jonan terkait padamnya listrik serentak di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat Minggu 4 Agustus 2019.
"Saya rasa layak kalau presiden mengevaluasi dua menteri, BUMN dan ESDM," kata Manajer Program Yayasan Penguatan Partisipasi, Inisiatif dan Kemitraan Masyarakat Indonesia (YAPPIKA), Hendrik Rosdinar di kantor LBH Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (5/8/2019).
Baca Juga: LBH Jakarta dan YLKI Buka Posko Pengaduan Masyarakat soal Mati Listrik
Hendrik menjelaskan, alasan dirinya mendesak Rini untuk dicopot lantaran yang bersangkutan tak becus dalam mengelola salah satu BUMN yang dimiliki Indonesia, yakni PLN. Padahal, peristiwa serupa pernah terjadi pada 2005 silam.
"Kedua menteri ESDM dari aspek teknis, bagaimana mungkin kita sudah mengalami hal yang sama tetapi kita ulang kembali kejadian ini tanpa mitigasi yang proper," ujarnya.

Selain itu, ia mendesak Ombudsman RI untuk segera menggunakan kewenangannya dalam menginvestigasi kejadian tersebut. Sebab, itu menyangkut ke dalam pelayanan publik, dan mereka harus sigap dalam menanggapi persoalan tersebut.