"Iya benar (bangun Gedung PGRI) yang bilang ada pemotongan siapa. Apa ada bunyi dalam surat itu gaji dipotong. Itu bukan dipotong, tapi iuran anggota,"papar Aris saat dikonfirmasi Okezone.
Menurut Aris, sebagai anggota PGRI, sudah selayaknya para guru memberikan iuran pada PGRI. Apalagi, PGRI sendiri sudah berdarah-darah memperjuangkan para guru. "Ini sifatnya iuran anggota," ujarnya.
Ditambahkannya, bantuan yang berasal dari APBD untuk pembangunan Gedung PGRI Graha Karanganyar ini hanya Rp800 juta. Dan jumlah itu dirasa masih kurang untuk membangun gedung.
Namun sayangnya, saat Okezone mengkonfirmasi pada salah satu anggota Komisi C DPRD Karanganyar AW Mulyadi, yang bersangkutan enggan menjawab dengan alasan takut dimarahi bupati yang juga ketua DPD Partai Golkar Karanganyar.
Namun saat ditanya perihal tanah yang kebetulan letaknya berada di samping tempat usaha miliknya tersebut, AW Mulyadi menjawab bila tanah itu milik PGRI Jawa Tengah.
"Itu tanah kas milik PGRI Jawa Tengah," ungkapnya singkat.
Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Karanganyar sendiri belum bisa dikonfirmasi. Saat Okezone ke kantornya, salah satu stafnya mengatakan bila pimpinannya tidak ada di tempat.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.