nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemarau Panjang di Jambi, TNI Gelar Salat Minta Turun Hujan

Azhari Sultan, Jurnalis · Rabu 07 Agustus 2019 11:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 07 340 2088782 kemarau-panjang-di-jambi-tni-gelar-salat-minta-turun-hujan-wgFB7oD0GO.jpg Jajaran Korem 042/Gapu Gelar Salat Istisqa untuk Meminta Hujan di Provinsi Jambi yang Kini Sedang Musim Kemarau (foto: Azhari Sultan/Okezone)

JAMBI - Kemarau di Provinsi Jambi masih terus berlangsung, sehingga tanda-tanda akan turun hujan belum terlihat.

Untuk itu, Korem 042/Garuda Putih bersama jajarannya dan komponen masyarakat menggelar Salat Istisqa atau salat minta turun hujan di lapangan Makorem 042/Gapu, Rabu (7/8/2019).

Baca Juga: 20 Kabupaten/Kota di Jabar Kekeringan, 20.621 Hektare Lahan Pertanian Terdampak 

Menurut Danrem 042/Gapu Kolonel Arh Elphis Rudy melalui Kasrem 042/Gapu Letkol Arh Hary Sassono Utomo, ini adalah upaya TNI, Korem 042/Gapu bersama jajaran dalam rangka membantu pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi.

"Jadi kita melaksanakan salat istiqa dalam rangka meminta turunnya hujan," katanya.

Jajaran Korem 042/Gapu Gelar Salat Istisqa untuk Meminta Hujan di Provinsi Jambi (foto: Azhari Sultan/Okezone)	 

Salat tersebut, katanya, dilaksanakan untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar menurunkan hujan di Pulau Sumatera, khususnya di Provinsi Jambi. Sebab, musim kemarau yang berkepanjangan akhir-akhir ini mulai dirasakan masyarakat.

"Selain itu, tujuannya juga untuk meminimalisir terjadinya karhutla di Jambi. Dengan turunnya hujan, nantinya diharapkan mampu memadamkan api, memang beberapa titik sudah padam namun masih mengeluarkan asap karena lahannya gambut," ucap Hary.

Diakuinya, saat ini api sudah padam dan tinggal pendinginan saja. "Dengan adanya hal ini diharapkan dapat memadamkan kabut asap. Agar asap tidak ada lagi dan padam sepenuhnya," tuturnya

Sementara, Ustadz Sumanto Alhadi mengatakan, salat yang digelar tersebut meminta kepada Allah agar situasi dan kondisi Jambi makin membaik. "Agar kita mensyukuri segala nikmat Allah dan perbanyak istigfar," ungkapnya.

Baca Juga: Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus 2019 

Sedangkan data Satelit NOAA 20 pada tanggal 6 Agustus, jumlah hot spot di Provinsi Jambi menurun, yakni sebanyak 8 titik api.

Dari 8 titik api tersebut, hanya tersebar di satu kabupaten, yakni di Kabupaten Muarojambi. Sedangkan luas kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi dari 1 Januari hingga awal Agustus ini sudah mencapai 248 hektar.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini