
Dilanjutkan Painah, karena was-was terjadi longsor susulan, akhirnya para penghuni kontrakan memutuskan untuk mengungsi ke rumah saudaranya, serta ada pula yang memilih berpindah kontrakan ke lokasi lain.
"Akhirnya pada pindah semua, karena nggak dibetul-betulin turapnya sampai sekarang. Pernah waktu itu ditinjau dari dinas, desa (Kelurahan), Kecamatan, tapi ya sampai sekarang nggak dibetul-betulin, nggak ada ganti rugi juga," jelasnya.
Painah sendiri hanya bisa pasrah dengan kondisi 9 unit kontrakannya yang sudah tak aman untuk ditempati. Belum ada keinginan darinya untuk menuntut pihak terkait atas kelalaian yang menyebabkan turap ambrol. Namun dia mengaku, sejak 5 bulan lalu tak ada pemasukan dari sewa kontrakan seperti biasanya.
"Kontrakan ini kan memang sudah ada sejak 10 tahun lalu. Kalau dikontrakin perpintu itu sebulan Rp700 ribu, dari 5 bulan ini nggak ada pemasukan. Padahal buat kebutuhan hidup ya mengandalkan uang sewa kontrakan itu," terangnya.