nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Status Otonomi Kashmir Dicabut, Pakistan Setop Film dan Layanan Kereta ke India

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 09 Agustus 2019 14:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 09 18 2089834 status-otonomi-kashmir-dicabut-pakistan-setop-film-dan-layanan-kereta-ke-india-UyWr4H8Q4x.jpg Tentara India siaga di Kashmir. Foto/Reuters

ISLAMABAD - Pakistan telah menghentikan layanan kereta api ke India dan melarang film-film India untuk terus memberikan tekanan diplomatik kepada India yang telah mencabut status khusus Kashmir.

"Tidak ada film India yang akan diputar di bioskop Pakistan mana pun. Drama, film, dan konten India semacam ini akan sepenuhnya dilarang di Pakistan," kata Firdous Ashiq Awan, seorang penasihat Perdana Menteri Pakistan Imran Khan di Twitter mengutip Al Jazeera, Jumat (9/8/2019).

Sebelumnya Menteri Perkeretaapian Sheikh Rasheed mengumumkan untuk menghentikan layanan Samjhauta Express, layanan kereta yang menuju ibu kota India, New Delhi, dari kota Lahore, Pakistan.

Foto/Reuters

Pada Kamis jaringan seluler dan layanan internet diputus dan setidaknya 300 politisi Kashmir ditahan untuk mencegah protes.

Baca juga: Pakistan Bertekad Batalkan Pencabutan Status Otonomi Khusus Kashmir oleh India

Baca juga: 12 Tentara India Tewas Akibat Bom Meledak di Kashmir

India dan Pakistan sama-sama mengklaim wilayah Kashmir setelah merdeka dari Inggris pada tahun 1947.

India dan Pakistan, dua negara yang memiliki senjata nuklir kerap bersitegang untuk memperebutkan Kashmir.

Foto/Reuters

Pakistan mengatakan bahwa mereka akan mengusir duta besar India di Islamabad, dan menangguhkan perdagangan bilateral dengan India.

Sementara Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi mengatakan pada konferensi pers di Islamabad bahwa Pakistan "sedang mencari opsi politik, diplomatik dan hukum", mengesampingkan konflik militer baru.

"Kami tidak melihat opsi militer. Kami tidak," katanya.

Perdana Menteri India Narendra Modi menyatakan pencabutan status otonomi khusus Kashmir untuk membebaskan wilayah itu dari terorisme dan separatisme.

Modi menekankan bahwa faktor keamanan adalah salah satu alasan utama mencabut otonomi khusus Kashmir yang bersejarah.

"Teman-teman, saya memiliki keyakinan penuh bahwa kita dapat membebaskan Jammu dan Kashmir dari terorisme dan separatisme di bawah sistem (baru) ini," kata Modi mengutip AFP, Jumat (9/8/2019).

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini