Dikutip dalam buku tersebut. "Seorang pembesar tinggi dari kabinetku menyelundupkan sembilan kilo emas dan 300 kilo perak dari Sumatera sebagai pembayaran 200.000 pasang pakaian seragam. Orang-orang kami dinilai berbeda-beda tergantung kepada sikap dipihak mana berdiri. Orang-orang yang melakukan perdagangan emas dan perak itu juga menyelundupkan 8.000 ton karet adalah dr. A.K Gani. Belanda memberikan julukan sebagai raja penyelundup tapi rakyat Indonesia mengenalnya sebagai menteri kemakmuran."
Baca Juga: Belum Banyak yang Tahu, Ini Dia Dua Presiden Indonesia yang Terlupakan

Teks Proklamasi dibacakan pertama kali oleh dr. A.K Gani di depan gedung ledeng. Sekarang gedung tersebut sudah dialih fungsikan sebagai kantor Walikota Palembang. Rakyat mengibarkan bendera merah putih pada 08 Oktober 1945 dipimpin oleh dr. A.K Gani dan berlangsung tanpa insiden.
"Jenderal (Purn) A.K. Gani meninggal pada 23 Desember 1968 di Rumah Sakit Charitas Palembang. Kini jasadnya terbaring di Taman Makam Pahlawan Kesatria Siguntang, Palembang. Namanya-pun diabadikan sebagai Rumah Sakit TNI dr. AK. Gani (Akreditasi Paripurna) milik Kodam II Sriwijaya, Al-Fatihah untuk Bapak AK. Gani," ucap Direktur Museum Nasional dr. A.K Gani, Priyanti Gani kepada Okezone.
Perjalanan hidup dr. A.K Gani tersimpan rapi di Museum Nasional dr. A.K Gani yang terletak di jalan Mochtar Prabu Mangkunegara, Raya Kenten atau persis di belakang SPBU Sako.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.