nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cathay Pacific Ancam Pecat Karyawan jika Ikut Demo Massa Pro-Demokrasi Hong Kong

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 12 Agustus 2019 18:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 12 18 2091015 cathay-pacific-ancam-pecat-karyawan-jika-ikut-demo-massa-pro-demokrasi-hong-kong-He2OBP7jMi.jpg Pesawat Cathay Pasific. Foto/Reuters

HONG KONG - Perusahaan penerbangan Hong Kong Cathay Pacific mengancam karyawan jika mengikuti unjuk rasa massa pro-demokrasi yang saat ini berkumpul di Bandara Internasional Hong Kong.

Kepala Eksekutif Cathay Pacific, Rupert Hogg mengutip South China Morning Post (SCMP), Senin (12/8/2019) menegaskan bahwa karyawan Cathay Pacific akan menghadapi "konsekuensi disipliner" jika mereka terlibat dalam protes massa pro-demokrasi.

“Cathay Pacific Group tidak akan menoleransi terhadap kegiatan ilegal. Secara khusus, dalam konteks saat ini, akan ada konsekuensi disipliner bagi karyawan yang mendukung atau berpartisipasi dalam protes ilegal,” tulis Hogg.

"Konsekuensi ini bisa serius dan mungkin termasuk pemutusan hubungan kerja."

Foto/Bloomberg

Hogg juga secara khusus memperingatkan karyawan untuk tidak mendukung atau berpartisipasi dalam protes di bandara Hong Kong.

Baca juga: Hong Kong Memanas, KJRI Rilis Imbauan untuk WNI

Baca juga: Demonstran dan Polisi Hong Kong Kembali Bentrok di Sejumlah Lokasi

Peringatan itu mengikuti peraturan baru yang diberlakukan oleh regulator penerbangan China yang mewajibkan Cathay Pacific untuk menyerahkan manifes karyawannya.

Pemerintah China mengatakan kepada maskapai itu bahwa karyawan yang terlibat dalam protes akan dilarang bepergian ke China daratan.

Maskapai Cathay Pacific telah mengatakan akan mematuhi peraturan tersebut, dengan menyebutkan pentingnya bisnisnya di China.

Foto/Reuters

Pejabat senior divisi hubungan masyarakat polisi Kong Wing-cheung, saat konferensi pers mengatakan sekitar 5.000 massa berkumpul di bandara Hong Kong.

Unjuk rasa itu membuat otoritas bandara Hong Kong membatalkan semua penerbangan yang akan masuk dan keluar bandara.

Massa pro-demokrasi telah melakukan unjuk rasa semala lebih dua bulan. Awalnya mereka menuntut penagguhan RUU ekstradisi yang memungkinkan tersangka dari Hong Hong bisa diadili di China daratan, yang dinilai para aktivisi bisa memperkikis independensi hukum Hong Kong.

Meski RUU sudah ditangguhkan, para pedemo menyerukan penyelidikan independen atas kebrutalan polisi selama protes, penarikan penuh RUU ekstradisi, dan pengunduran diri pemimpin Hong Kong Carrie Lam.

Hong Kong diserahkan ke China oleh Inggris pada 1997 dengan menjalankan prinsip satu negara dua sistem.

Imbas demo dan penutupan bandara, KJRI Hong Kong membuka saluran telepon yang dapat dihubungi warga Indonesia di Hong Kong yang membutuhkan pelayanan: 852 6894 2799 / +852 6773 0466 / +852 5294 4184. 

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini