nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sering Keluar Rumah, Istri Dianiaya hingga Akhirnya Meninggal di RS

Herman Amiruddin, Jurnalis · Rabu 14 Agustus 2019 09:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 14 609 2091653 sering-keluar-rumah-istri-dianiaya-hingga-akhirnya-meninggal-di-rs-SN4vJaCE8J.jpg Ilustrasi penganiayaan. (Foto: Shutterstock)

MAKASSAR – Seorang suami berinisial AR alias Ammang (45) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, tega menganiaya istrinya sendiri hingga tewas. Ia membunuh istrinya bernama Ria (35) menggunakan balok kayu.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Batua Raya 5 Lorong 3, Kecamatan Panakukang, Makassar. Kasus ini terungkap setelah anggota Binmas Paropo Polsek Panakukang, Brigpol Sirattang, menerima informasi penganiayaan tersebut.

Baca juga: Tak Terima Diputus Cinta, Pria Ini Aniaya Mantan Pacarnya hingga Babak Belur 

Selanjutnya Tim Resmob Polsek Panakukang langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku pada Selasa 13 Agustus 2019, sekira pukul 11.00 Wita.

Kapolsek Panakukang Kompol Ananda Fauzi Harahap mengatakan, setelah menerima laporan, pelaku langsung diamankan. Ia mengungkapkan, pelaku diduga telah melakukan penganiayaan yang mengakibatkan istrinya meninggal dunia akibat luka pukulan benda tumpul berupa balok kayu.

"Jadi awalnya anggota Resmob Panakukang mendapat informasi dari anggota Binmas bahwa telah terjadi penganiayaan berat di mana pelakunya merupakan suami dari korban," kata Ananda kepada Okezone, Rabu (14/8/2019).

Selanjutnya, kata dia, Tim Resmob menuju tempat kejadian perkara dan membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diberikan pertolongan medis lebih lanjut.

Baca juga: Cemburu Buta, Suami Aniaya Istri & Bunuh Anak Kandungnya 

Korban lalu divisum setelah menderita luka penganiayaan tersebut. Ketika di rumah sakit, korban menolak menjalani perawatan inap. Korban langsung dipulangkan ke rumahnya.

"Jadi setelah dua hari kejadian, tiba-tiba korban mengeluh di bagian lukanya dan bagian badan akibat luka lebam akibat benda tumpul, dan pihak keluarga membawa ke RS Hermina. Setelah tiba, pihak RS Hermina menyatakan korban telah meninggal dunia," jelas Ananda.

Anggota Resmob pun langsung melakukan pencarian suami korban yang merupakan pelaku penganiyaan itu. Ia ditangkap saat sedang berada di rumah orangtuanya di Jalan Bontobila 12 Makassar.

"Di rumah itu, anggota berhasil mengamankan pelaku. Pelaku mengakui telah melakukan penganiayaan mengakibatkan korban meninggal dunia dengan cara memukul korban menggunakan benda tumpul berupa kayu balok," kata Ananda.

Baca juga: Asyik Tidur Pulas, Pria di Cilincing Disiram Minyak Panas oleh Adiknya 

Pelaku berulang kali memukul korban di bagian kaki. Saat itu korban coba menangkis menggunakan tangan dan badannya.

"Korban mengalami luka serta lebam hingga mengakibatkan meninggal unia. Diduga motif permasalahan antara para pelaku dan korban karena kecemburuan yang di mana sebelumnya selama kurang lebih 10 tahun berumah tangga," jelas Ananda.

Ia menerangkan, korban biasa meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan suami. Apabila pelaku menanyakan keberadaan korban, sering terjadi perselisihan dan berujung penganiayaan.

Ananda melanjutkan, pelaku mengakui emosi. Lalu semakin tidak terkendali ketika suatu saat hendak berangkat bekerja, istrinya juga keluar rumah tanpa menyampaikan apa pun ke suaminya.

Baca juga: Tanding Sepak Bola, Anggota Pemadam Kebakaran Dikeroyok hingga Bonyok 

Pelaku kembali ke rumah dan melihat istrinya tidak ada. Pelaku kemudian coba menghubungi korban lewat teleponnya.

Pelaku selanjutnya menunggu korban di depan rumah. Ketika korban tiba, pelaku langsung melakukan penganiayaan menggunakan balok kayu di bagian kaki secara berulang kali.

"Dalam beberapan tahun ini antara pelaku dan korban dalam proses perceraian, namun belum ada putusan dari pengadilan," pungkas Ananda.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini