nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Seorang Pembelot Korea Utara dan Anaknya Ditemukan Tewas di Seoul

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 15 Agustus 2019 15:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 15 18 2092276 seorang-pembelot-korea-utara-dan-anaknya-ditemukan-tewas-di-seoul-Akns9gfcc2.jpg Ilustrasi.

SEOUL - Jasad seorang pembelot Korea Utara dan putranya ditemukan di apartemen mereka di Seoul. Media melaporkan bahwa keduanya tampak meninggal karena mengalami kelaparan.

Polisi pada Selasa mengatakan bahwa pembelot itu, seorang ibu bermarga Han, dan putranya yang berusia enam tahun, ditemukan pada 31 Juli, sekira dua bulan setelah kematian mereka.

"Kami tidak melihat tanda-tanda pembunuhan atau bunuh diri," kata seorang petugas di Kantor Polisi Gwanak, Seoul kepada AFP.

BACA JUGA: Jumlah Pembelot Korea Utara Menurun Sejak Kim Jong-un Berkuasa

"Kami sedang menunggu untuk mendapatkan hasil otopsi dari Badan Forensik Nasional".

Pembelot Korea Utara memenuhi syarat untuk mendapatkan subsidi dari pihak berwenang Korea Selatan, tetapi beberapa dari mereka masih kesulitan untuk berintegrasi ke dalam masyarakat Selatan yang sangat berbeda.

Laporan surat kabar Dong-A Ilbo menyebutkan bahwa Han, yang diyakini berusia 40-an tahun, menarik uang sebesar 3.858 won (sekira Rp45.300) yang dia miliki di rekening banknya dua pekan lalu.

Sewa bulanan dan tagihan gasnya sudah jatuh tempo lebih dari setahun dan tidak ada makanan di lemari esnya ketika kedua jasad itu ditemukan.

Surat kabar itu mengatakan bahwa Han membelot ke Selatan melalui China dan Thailand pada 2009, kemudian menikah dengan pria Korea-China dan pindah ke China. Setelah bercerai, dia kembali ke Seoul tahun lalu dengan putranya tetapi kesulitan mencari pekerjaan. Polisi menolak mengonfirmasi laporan Dong-A Ilbo itu.

BACA JUGA: Kejadian Langka, Putra Mantan Menteri Korea Selatan Membelot ke Korea Utara

Korea Selatan adalah negara dengan ekonomi terbesar keempat di Asia, tetapi kematian keluarga karena kemiskinan dan isolasi sosial telah sering dilaporkan dalam beberapa tahun terakhir.

Data pemerintah menunjukkan bahwa pada 2017, pembelot Korea Utara memiliki tingkat bunuh diri yang lebih tinggi daripada orang Korea Selatan secara keseluruhan, dengan kelompok kampanye menunjukkan trauma, isolasi dan kesulitan keuangan sebagai penyebabnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini