Wasekjen PAN : Salah Besar Jika Penambahan Pimpinan MPR Disebut Pemborosan

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Kamis 15 Agustus 2019 07:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 15 606 2092081 wasekjen-pan-salah-besar-jika-penambahan-pimpinan-mpr-disebut-pemborosan-bQp2lRgYrZ.jpg ilustrasi

JAKARTA - Wasekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay menegaskan usulan penambahan pimpinan MPR menjadi 10 orang bukan merupakan pemborosan anggaran negara.

Saleh menjelaskan seorang pimpinan MPR tidak akan menghabiskan biaya cukup besar, pasalnya seorang peminpinan MPR hanya memerlukan biaya protokoler.

“Pemborosan tentunya tidak, yang boros banyak lembaga negara kayak komisi-komisi gitu, kaya komisi anak. Komisi polisi, komisi kejaksaa itu semua butuhkan anggaran besar. Saya kira ditambahkan 2 tidak masalah karena pimpin MPR hanya membutukan biaya protokoler," katanya kepada Okezone, Kamis (15/8/2019).

Ilustrasi

Di MPR, sambungnya, tidak membutuhkan anggaran pembangunan jembatan ata gedung, hanya sekedar protokoler.

Saleh mengatakan, tugas-tugas MPR diprediksi akan bertambah setelah adanya peluang dibuka kembali amandemen UUD, hal ini akan lebih banyak memerlukan konsolidasi ke partai masing-masing. “Jadi penambahan ini akan lebih efektikf, karena pimpinnya dari partai,’ ujarnya.

Baca Juga: Penambahan Jumlah Pimpinan MPR Adalah Pemborosan

Hal tersebut, kata Saleh, bukanlah hal baru, tapi pernah diterapkan di periode beberapa tahun lalu.

“Karena menganggapi itu saya katanya niatnya bagus. Salah satu bentuk yang baik adalah mengajak semuanya sekaligus dan itu pernah ada 1999 sampai 2004, jadi ini bukan hal yang baru. Ada landasan historis, jadi jangan ditanggapi heboh, ini hanya usulan saja,” tutupnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini