nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Israel Blokir Kunjungan Dua Muslim Anggota Parlemen AS ke Tepi Barat dan Yerusalem

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 16 Agustus 2019 10:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 16 18 2092618 israel-blokir-kunjungan-dua-muslim-anggota-parlemen-as-ke-tepi-barat-dan-yerusalem-S7iDLd5eXB.jpg Rashida Tlaib dan Ilhan Omar. (Foto: Reuters)

WASHINGTON – Pemerintah Israel telah melarang dua Muslim anggota parlemen Amerika Serikat (AS) untuk mengunjungi wilayahnya. Rashida Tlaib dan Ilhan Omar, dua anggota parlemen dari Partai Demokrat, dikenal sebagai pengkritik Israel terkait kebijakan-kebijakannya di Palestina.

Omar dan Tlaib sebelumnya direncanakan berkunjung ke Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur pekan depan. Keduanya telah mendukung gerakan boikot terhadap Israel, tetapi hukum Israel mengizinkan untuk melarang para pendukung kampanye itu untuk berkunjung.

BACA JUGA: Trump Cibir 4 Perempuan Anggota Kongres: Sebut Tidak Cinta AS dan Harus Minta Maaf

Presiden Amerika AS, Donald Trump melalui Twitter mengatakan bahwa Israel akan menunjukkan "kelemahan besar" jika kedua anggota parlemen itu diizinkan masuk ke wilayahnya. Melalui Twitter, dia mendesak Israel untuk memblokir kunjungan Omar dan Tlaib, mengatakan bahwa keduanya “membenci Israel dan semua orang Yahudi, dan tidak ada yang bisa dikatakan atau dilakukan untuk mengubah pikiran mereka".

"Saya tidak bisa membayangkan mengapa Israel membiarkan mereka masuk.

"Tetapi jika Israel ingin membiarkan mereka masuk, mereka bisa, tetapi saya tidak bisa membayangkan mengapa mereka melakukannya," kata Trump pada Kamis sebagaimana dilansir BBC.

Omar menyebut keputusan Israel sebagai "penghinaan terhadap nilai-nilai demokrasi dan respons yang mengerikan terhadap kunjungan pejabat pemerintah dari negara sekutu".

BACA JUGA: Muslimah Mantan Pengungsi Somalia Jadi Legislator

Kedua anggota parlemen itu memang dikenal sering mengkritik Israel dan kebijakannya di Palestina, tetapi Omar dan Tlaib membantah bahwa mereka anti-semit atau anti-Yahudi.

Hukum Israel mengizinkan pemblokiran visa masuk bagi orang asing yang menyerukan boikot apa pun yang menargetkan Israel, baik ekonomi, budaya atau akademik. Meski para pejabat Israel sebelumnya mengatakan mereka akan membuat pengecualian untuk para pejabat AS yang terpilih, pada akhirnya kedua anggota parlemen itu tetap dilarang masuk.

(dka)

Berita Terkait

israel

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini