nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Abaikan Permintaan AS, Gibraltar Bebaskan Kapal Tanker Iran yang Ditahan

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 16 Agustus 2019 12:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 16 18 2092691 abaikan-permintaan-as-gibraltar-bebaskan-kapal-tanker-iran-yang-ditahan-UssEV2KkKh.jpg Kapal tanker Grace 1 di lepas pantai Gibraltar. (Foto: Reuters)

GIBRALTAR – Gibraltar telah membebaskan kapal tanker Iran yang ditahan bulan lalu atas dugaan melakukan kegiatan yang melanggar sanksi. Tanker itu dibebaskan meski Amerika Serikat (AS) telah meminta penahanan dilanjutkan.

Kapal tanker Grace 1, yang membawa minyak Iran, dihentikan oleh Angkatan Laut Kerajaan Inggris pada 4 Juli, memicu perselisihan dengan Teheran.

Hakim Ketua Gibraltar, Anthony Dudley, mengatakan saat ini tidak ada aplikasi AS yang dihadapkan ke pengadilan. Kepala Menteri Gibraltar, Fabian Picardo mengatakan bahwa sebuah badan hukum independen akan membuat keputusan tentang permintaan AS terkait penahanan tanker Grace 1.

BACA JUGA: Komandan Garda Revolusi Iran Ancam Tangkap Kapal Inggris Jika Tankernya Tidak Dikembalikan

Mengonfirmasi bahwa kapal tanker itu telah "dibebaskan dari penahanan," Picardo menjelaskan bahwa Departemen Kehakiman AS telah meminta bahwa "prosedur hukum baru untuk penahanan kapal harus dimulai."

"Itu adalah masalah bagi otoritas Bantuan Reksa Hukum independen kami yang akan membuat penentuan hukum yang obyektif atas permintaan untuk proses terpisah," katanya sebagaimana dilansir BBC, Jumat (16/8/2019).

Kapal tanker itu tetap berada di lepas pantai Gibraltar pada Kamis malam, tetapi, menurut saksi mata yang berbicara dengan Reuters, haluannya telah bergerak sekira sedikitnya 180 derajat. Tidak jelas apakah ini karena arus laut yang kuat atau karena tanker itu sedang bersiap untuk pergi.

Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris mengatakan Iran harus mematuhi jaminan yang diberikannya bahwa kapal tanker itu tidak akan melanjutkan perjalanannya ke Suriah, yang berada di bawah sanksi Uni Eropa.

BACA JUGA: Iran Tahan Kapal Tanker Inggris di Selat Hormuz

Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengutuk upaya AS untuk menghentikan pembebasan kapal tanker itu, dan menuduh pemerintahan Presiden Donald Trump berusaha melakukan "pembajakan".

Pembebasan Grace 1 menimbulkan berbagai pertanyaan tetapi juga menunjukkan kemungkinan penyelesaian konflik antara Inggris dan Iran.

Menyusul penahanan Grace 1, Iran menyita tanker berbendera Inggris, Stena Impero, di perairan Teluk, meningkatkan ketegangan antara London dan Teheran. Meskipun telah ada bantahan resmi, muncul spekulasi pertukaran dengan Stena Impero jika Grace 1 dibebaskan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini