nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diduga Dipukul Oknum Polisi, Anggota DPRA Lapor ke Polda Aceh

Windy Phagta, Jurnalis · Jum'at 16 Agustus 2019 04:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 16 340 2092529 diduga-dipukul-oknum-polisi-anggota-dpra-lapor-ke-polda-aceh-kM0NcCsMFs.jpg Anggota DPRA Azhari (Foto: Ist)

BANDA ACEH - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Azhari alias Cagee dipukuli sejumlah oknum polisi di halaman Gedung DPRA di Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Aceh, Kamis 15 Agustus 2019 sore.

Azhari telah melapor ke Kepolisian Daerah Aceh atas 'pengeroyokan' yang diduga dilakukan sejumlah oknum polisi terhadap dirinya ketika terjadi kerusuhan demontrasi mahasiswa di halaman Gedung DPRA.

Cagee mengatakan, dirinya dipukul sejumlah oknum polisi ketika aksi demonstrasi mahasiswa mulai memanas dan dibubarkan paksa oleh aparat kepolisian. Bahkan, menurutnya, ada mahasiswa yang juga dipukul polisi.

“Iya, sudah saya laporkan. Saya dipukuli,” kata dia, Kamis malam.

Baca Juga:  Sakit Hati Pacar Direbut, Pria Ini Kepruk Kepala Sopir Angkot Pakai Batu

Azhari terkena pukulan di bagian kepala dan badan. Dia menilai pemukulan terhadapnya merupakan tindakan pelecehan terhadap institusi DPRA. Dia hadir di tengah-tengah mahasiswa karena ditugaskan oleh pimpinan DPRA.

“Jadi, mahasiswa itu kan menyampaikan aspirasinya dengan berdemo, dan saya ditugaskan pimpinan DPRA untuk menyahuti aspirasi mahasiswa itu,” ujar Azhari.

 Ilustrasi

Atas tindakan tersebut, DPRA telah menggelar rapat yang dihadiri para ketua fraksi. “Pimpinan dewan sepakat untuk melaporkan ke Polda Aceh karena pemukulan tersebut dinilai sebagai pelecehan terhadap lembaga DPRA,” ujarnya.

Sebelumnya, beredar luas di media sosial video 'pengeroyokan' yang diduga dilakukan oleh oknum aparat terhadap Azhari Cagee.

Baca Juga: Sering Keluar Rumah, Istri Dianiaya hingga Akhirnya Meninggal di RS 

Sementara itu, Kapolres Kota Banda Aceh, Kombes Trisno Riyanto, mengatakan pada saat kejadian tersebut, awalnya mahasiswa sudah tertib melakukan unjuk rasa.

“Saat menjelang sore, para mahasiswa memaksakan kehendak ingin menaikkan bendera bulan bintang pada tiang bendera yang ada bendera merah putih,” ujarnya.

Karenanya, polisi berusaha menghadang dan melerai, sehingga terjadi dorong-mendorong dengan petugas. “Dan salah satu anggota dewan (Azhari) juga mungkin akan melerai, sehingga ikut dalam dorong mendorong,” tambah Trisno.

"Tidak ada pengeroyokan," tegasnya.

Trisno menambahkan, kegiatan unjuk rasa mahasiswa tersebut juga tidak ada pemberitahuan ke aparat kepolisian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini