JAKARTA - Tersangka aksi teror berinisial IM (30), yang melakukan penyerangan di Mapolsek Wonokromo, Kota Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu 17 Agustus 2019, diketahui terpapar paham radikal akibat informasi yang didapatkannya dari internet.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut tersangka mengalami self radicalism atau radikalisasi diri sendiri lewat online.
"Sementara info yang saya dapatkan dari Densus 88 maupun Polda Jatim, tersangka ini mengalami self radicalism, radikalisasi diri sendiri karena melihat online, dari gadget, internet. Ada ikuti kajian- kajian yang membuat dia akhirnya muncul pemahaman, interpretasi jihad versi dia, jihad kekerasan," ujar Kapolri ditemui saat menghadiri perayaan ulang tahun ke-69 Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO) di Jakarta, Minggu (18/8/2019).
Baca juga: Kondisi Anggota Polsek Wonokromo Membaik Usai Jalani Operasi
Tito menambahkan, setelah mendapatkan pemahaman terkait jihad, tersangka kemudian berusaha untuk mencari sasaran dan menjadikan kepolisian sebagai target.