nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BPJS Kesehatan Berikan Penghargaan ke Faskes untuk Motivasi, Siapa yang Menang?

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 19 Agustus 2019 07:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 19 1 2093644 bpjs-kesehatan-berikan-penghargaan-ke-faskes-untuk-motivasi-siapa-yang-menang-0zO6ty5BSd.jpeg dok: BPJS Kesehatan

JAKARTA - Di tengah hiruk pikuk perubahan yang terjadi dalam pengelolaan Program JKN-KIS, BPJS Kesehatan memberikan penghargaan kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Rumah Sakit (RS). Beberapa kategori Fasilitas Kesehatan (faskes) terbaik menjadi juara dalam BPJS Kesehatan Award.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengatakan, penghargaan ini dapat memberikan motivasi kepada faskes. Terutama dalam memberikan pelayanan yang berkualitas kepada peserta sesuai dengan norma dan ketentuan yang berlaku.

"Pemberian penghargaan ini penting karena faskes yang terbaik akan jadi role model buat faskes yang lain. Buat yang belum baik, kita mendorong bisa memberikan pelayanan terbaik untuk peserta," ucap Fachmi saat konferensi pers di Kantor BPJS Kesehatan, Kamis (15/8/2019).

Fachmi menilai, pemanfaatan faskes setiap hari semakin besar. Puskesmas, klinik pratama, dokter praktik mandiri maupun rumah sakit tak henti-hentinya melayani peserta JKN-KIS dengan baik. Namun masih banyak dinamika yang terjadi di masyarakat saat mendapatkan pelayanan kesehatan. Menurut Fachmi, masih terdapat berita miring yang terjadi di masyarakat terkait pelayanan kesehatan. 

"Sayang ada berita yang kurang baik terkait apa yang diberikan oleh faskes maupun rumah sakit. Kami sangat meyakini bahwa masih banyak yang baik, tapi tidak diberitakan. Sehingga kami menggagas adanya pemberian penghargaan kepada faskes yang berkomitmen tinggi dan memberikan layanan terbaik," imbuh Fachmi.

Salah satu kriteria penilaian bagi FKTP adalah kepatuhan FKTP terhadap Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan BPJS Kesehatan harus mencapai skor 100. Beberapa aspeknya meliputi kepatuhan terhadap pemenuhan Surat Izin Praktik (SIP) dokter, bidan, dan dokter gigi yang berlaku, ketentuan pembayaran klaim non kapitasi, ketentuan pengelolaan Program Rujuk Balik (PRB) dengan jumlah 65% peserta PRB aktif.

Ditambah dengan pemenuhan kredensialing atau rekredensialing dengan nilai >70, pemenuhan area of improvement untuk mencapai nilai KESSAN ≥85, serta pelaksanaan ketentuan mekanisme Kapitasi Berbasis Kompetensi (KBK) dengan 2 indikator yang berhasil tercapai.

Dilihat juga dari segi prestasi, utilasi review-nya bagaimana, akreditasi, serta adanya inovasi yang berdampak terhadap peningkatan kualitas layanan sehingga bisa dijadikan contoh bagi FKTP lainnya. Juga dengan inovasi dari segi sistem antrean, pemanfaatan teknologi, atau penataan ruang layanan peserta.

Sementara bagi rumah sakit, beberapa hal yang menjadi indikator penilaian antara lain kesesuaian rumah sakit dalam memenuhi komitmen PKS, tingkat kepuasan peserta yang mendapat pelayanan, pelayanan kepesertaan (customer service), kecepatan respon terhadap keluhan, serta inovasi yang dikembangkan rumah sakit dalam memberikan kemudahan bagi peserta JKN-KIS.

Ketua Tim Juri Eksekutif Nafsiah Mboi menambahkan, dalam menilai rumah sakit ada tiga hal utama yang diperhatikan. Antara lain sisi humanis, networking antar faskes, hingga teamwork yang kuat.

"Saat penilaian dilihat bagaimana petugas rumah sakit memperlakukan pasien dan keluarga. Apakah penuh empati atau membiarkan pasien," tutur Nafsiah.

Sebagai nilai tambahan lainnya, networking antar rumah sakit juga dinilai. Misalnya harus merujuk pasien ke rumah sakit lain beda kelas, rumah sakit kelas B harus punya networking ke rumah sakit kelas A, biar merujuknya gampang.

"Ketiga, teamwork faskes juga dinilai. Terus terang makin besar rumah sakit, teamwork-nya kurang. Bidan, dokter perawat, profesor masing-masing bekerja sendiri. Makanya teamwork ini jadi nilai tambah," tambah Nafsiah.

Sebanyak 26.772 fasilitas kesehatan mengikuti ajang ini. Hasilnya terseleksi 52 FKTP, 42 RS dan 13 apotek terbaik di tingkat wilayah.

Untuk tim juri penilai FKTP diketuai oleh Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf. Kemudian didukung oleh tim dari Kementerian Kesehatan Bidang Pelayanan Kesehatan Primer, IDI, PDGI, ADINKES, ASKLIN, PKFI dan YLKI. Sedangkan tim juri RS didukung oleh tim dari Kementerian Kesehatan Bidang Pelayanan Kesehatan Rujukan, Ketua YLKI, PERSI dan ADINKES.

Selanjutnya tim juri melakukan seleksi kembali, sampai pada tingkat nasional sehingga terpilih satu FKTP terbaik. Ada lima kategori, yaitu kategori Puskesmas, klinik pratama, dokter praktik mandiri, dokter gigi, dan apotek Program Rujuk Balik (PRB) dan satu rumah sakit terbaik dari masing-masing kelas rumah sakit, yakni rumah sakit kelas A, B, C, dan D.

Lalu dari masing-masing faskes, muncul pemenang terbaik dalam ajang BPJS Kesehatan Award. Siapa saja?

Pemenang Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama:

Kategori Puskesmas : Puskesmas Banggae I Majene, Sulawesi Barat

Kategori Klinik Pratama : Klinik Madani Manado, Sulawesi Utara

Kategori Dokter Praktik Mandiri : dr. Ismawati, Barabai, Kalimantan Selatan

Kategori Dokter Gigi Praktik Mandiri : drg. Ali Sundiharja, Sukabumi, Jawa Barat

Pemenang Apotek Program Rujuk Balik (PRB)

Kategori Apotek PRB : Apotek Kimia Farma dr. Sutomo, Samarinda, Kalimantan Timur

Pemenang Rumah Sakit

Kategori Rumah Sakit Kelas A : RS Jantung Harapan Kita, Jakarta

Kategori Rumah Sakit Kelas B : RS dr. Iskak Tulungagung, Jawa Timur

Kategori Rumah Sakit Kelas C : RSU Aisyiyah Ponorogo, Jawa Timur

Kategori Rumah Sakit Kelas D : RS Panti Rini, Sleman, Yogyakarta

Penghargaan Khusus kepada Puskesmas Daerah Terpencil, Perbatasan dan Kepulauan : Puskesmas Tegal Arum, Kalimantan Barat

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini