Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Masyarakat Papua Diimbau Tahan Emosi dan Tak Terprovokasi

Edy Siswanto , Jurnalis-Senin, 19 Agustus 2019 |10:39 WIB
Masyarakat Papua Diimbau Tahan Emosi dan Tak Terprovokasi
Ilustrasi
A
A
A

JAYAPURA - Pemuda Mandala Trikora Provinsi Papua Ali Wanggai Kabiay meminta warga Papua tidak terprovokasi atas kasus persekusi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya pada 17 Agustus kemarin.

Dikatakan, teriakan nama hewan tertentu sangat tidak terpuji, namun menurutnya, terjadi atas sebab dan akibat. "Bahasa 'Monyet' karena ada oknum ormas sudah terbakar emosi, katanya sih karena ada oknum mahasiswa Papua yang mematahkan tiang dan bendera merah putih hingga jatuh ke tanah, maksud saya di sini adalah mari kita melihat proses permasalahan ini secara objektif dan subjektif," ucapnya.

Atas itu, kata dia, baiknya masyarakat Papua tidak terprovokasi. Aparat penegak hukum akan melakukan penyelidikan atas kasus itu. Yang dilakukan sepatutnya adalah tetap menjaga persatuan bangsa.

Baca Juga: Demo di Manokwari Rusuh, Massa Bakar Kantor DPRD Papua Barat

"Kata-kata itu sudah dipolitisasi di-plintir sedemikian rupa oleh kelompok - kelompok yang bertentangan dengan Negara dan Pemerintahan, sudah tentu kita pasti marah dengan kata - kata seperti itu, tetapi yang harus diingat, kita adalah manusia, dan bukan monyet, yang bilang monyet kan cuma segelintir orang dari ormas di Surabaya, bukan seluruh warga Surabaya dan seluruh warga Indonesia, Papua adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia," tegasnya.

Papua

Ia meminta semua pihak, terutama yang bermain media sosial untuk tidak membuat kegaduhan dengan postingan-postingan yang berujung pada SARA, yang malah akan menimbulkan kegaduhan dengan komentar berlebihan.

Baca Juga: Aktivitas Warga Manokwari Lumpuh Akibat Demo Berujung Kerusuhan

"Dengan postingan yang emosional sampai meghina warga masyarakat lainnya, jangan seperti itu, ingatlah bahwa jangan termakan isu sebab manusia Papua itu harus cerdas dan penuh kasih seperti Pribadi Yesus Kristus, kita di Papua ini mayoritas Nasrani, ajaran Nasrani yang nomor 1 adalah hal kasih," ucapnya.

Pihaknya mengajak masyarakat Papua untuk berpikir secara logis, dan jangan karena isu persekusi yang telah dipolitisasi dan diplintir sedemikian rupa, lantas memperkeruh suasana, yang mengganggu ketentraman hidup berdampingan di Papua.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement