nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Gagalkan Penyelundupan Sabu dan Ribuan Ekstasi Asal Malaysia

Azhari Sultan, Jurnalis · Senin 19 Agustus 2019 11:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 19 340 2093726 polisi-gagalkan-penyelundupan-sabu-dan-ribuan-ekstasi-asal-malaysia-sMvMXMAb4n.jpg Polda Jambi menggagalkan penyelundupan sabu dan ekstasi asal Malaysia (Foto: Azhari Sultan)

JAMBI - Aksi penyelundupan narkotika melalui jalur darat Provinsi Jambi masih saja terdeteksi. Buktinya, Ditresnarkoba Polda Jambi berhasil menggagalkan penyelundupan sabu dan ribuan pil ekstasi yang berasal dari Malaysia.

Ironisnya, pelaku memanfaatkan kelengahan kepolisian yang lagi melaksanakan upacara HUT Kemerdekaan ke-74 RI kemarin. Hal Ini diakui Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS, bahwa penangkapan itu terjadi saat petugas sedang sibuk melakukan upacara HUT Kemerdekaan RI.

"Bermula pada saat kita sibuk upacara, mereka memanfaatkan momen untuk meloloskan barang bukti jenis sabu dan pil ekstasi. Jumlahnya dua paket ukuran besar diduga jenis sabu, sebanyak 2.200 gram atau 2,2 kg. Sedangkan, pil ektasi jumlahnya sebanyak 1.981 butir," ungkap Kapolda Jambi, Senin (19/8/2019).

Baca Juga: Simpan Sabu, 2 Pengungsi Etnis Rohingya Ditangkap Polisi 

Diakuinya, barang haram tersebut berasal dari Malaysia melalui jalur Tungkal, Kabupaten Tanjabbar, kemudian melalui angkutan travel dari Tungkal dikirim ke Palembang.

Ilustrasi 

Mulanya, petugas mendapatkan informasi dari masyarakat akan adanya pengiriman paket narkotika. Dalam penyelidikan petugas, ternyata informasi tersebut benar adanya.

"Akhirnya, dalam pengejarannya, pelaku kita tangkap di Banyu Lincir, di Pos PJR Polda Jambi yang berbatasan dengan Sumatera Selatan saat menggunakan mobil travel," katanya.

Saat petugas melakukan penggeledahan, dari tangan tersangka berinisial SYL (46), warga asal Sumatra Utara petugas menemukan 1 buah tas ransel warna hitam. Saat dibuka, petugas menemukan barang bukti pil ekstasi dan sabu tersebut.

Atas perbuatannya, tersangka melanggar Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, pelaku dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebesar Rp10.667.000.000,- (sepuluh milyar enam ratus enam puluh tujuh juta).

Baca Juga: Polisi Sebut Umar Kei Konsumsi Sabu sejak 2005

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini