nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lembaga Adat Melayu Riau Siap Bela UAS

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis · Selasa 20 Agustus 2019 21:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 20 340 2094452 lembaga-adat-melayu-riau-siap-bela-uas-FEd1s0EuA5.jpg Ustaz Abdul Somad saat Sedang Ceramah (foto: Ist)

PEKANBARU - Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau menegaskan siap membela Ustadz Abdul Somad (UAS) yang saat ini dilaporkan polisi terkait dugaan penghinaan salah satu simbol agama.

Ketua Umum (Ketum) Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau, Datuk Seri Al Azhar mengatakan pihaknya memiliki tim pendampingan yakni di bagian Lembaga Badan Hukum (LBH).

Baca Juga: Brigade Meo Serahkan Barang Bukti Video Dugaan Penistaan Simbol Agama oleh UAS 

"Di LAM Riau UAS bergelar Datuk Seri Ulama Setia Negara. UAS merupakan bagian dari ALM," tegas Al Ahzar dalam siarannya persnya, Selasa (20/8/2019).

LAM Riau menyatakan terus memantau perkembangan viralnya video UAS yang kembali dimunculkan dan gencarnya pemberitaan tentang tuduhan kepada UAS menista agama tertentu sampai dilaporkan ke kepolisian.

Ustadz Abdul Somad (UAS) saat Ceramah (foto:Ist) 

Al Ahzar menyebut, Datuk Seri Abdul Somad-julukan UAS di LAM Riau telah membuat klarifikasi terhadap tuduhan yang ditujukan kepadanya. Materi yang dipermasalahkan terjadi tiga tahun lalu dan dibentangkan secara eksklusif.

"Atas dasar itu, kami justru mempertanyakan mengapa baru sekarang materi ceramah UAS dipermasalahkan, setelah tiga tahun terjadi, apalagi ceramah itu bersifat eksklusif atau tertutup," tegas Datuk Seri Al azhar.

Oleh kerena itu, LAM Riau meminta kepada semua pihak untuk mengedapan dialog.

Baca Juga: Ustadz Abdul Somad Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah soal Salib 

Sementara Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAM Riau, Datuk Seri Syahril Abubakar menjelaskan, timbul kecurigaan ada kepentingan tertentu yang ingin kasus UAS dibesar-besarkan.

"Kita menduga ada kepentingan lain di balik mempermasalahkan ceramah UAS tersebut. Tapi kami yakin, berbagai pihak masih memiliki niat baik agar masalah ini tidak merusak hubungan harmonis anak bangsa, sehingga bisa diselesaikan secara baik," tutur Datuk Seri Syahril Abubakar.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini