Diplomasi Papeda ala Khofifah untuk Dinginkan Suasana Pasca-Insiden di Asrama Mahasiswa Papua

Syaiful Islam, Okezone · Selasa 20 Agustus 2019 21:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 20 519 2094514 diplomasi-papeda-ala-khofifah-untuk-dinginkan-suasana-pasca-insiden-di-asrama-mahasiswa-papua-SxCQirZsph.jpg Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa suguhkan papeda ketika Ketua Masyarakat Adat Papua Lenis Kogoya berkunjung ke Grahadi, Selasa (20/8/2019). (Ist)

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan diplomasi “papeda” untuk mendinginkan suasana yang akhir-akhir ini sempat memanas, terlebih dengan meletusnya kerusuhan di Manokwari, Papua Barat, kemarin.

Adapun pemicu dari kerusuhan tersebut diduga karena adanya insiden di Asrama Papua, Jalan Kalasan Nomor 10 Surabaya, dan kejadian di Malang pada beberapa hari lalu.

Khofifah menyuguhkan makanan papeda ketika Ketua Masyarakat Adat Tanah Papua sekaligus Staf Khusus Presiden, Lenis Kogoya, berkunjung ke Gedung Negara Grahadi pada Selasa (20/8/2019) sore.

Papeda merupakan makanan khas masyarakat Papua. Makanan itu dibuat dengan bahan dasar sagu, kemudian dipadu dengan kuah ikan asin. Selanjutnya Khofifah dan Lenis Kogoya makan Papeda bersama.

"Ini namanya diplomasi papeda," tutur Khofifah sambil tersenyum.

Khofifah menyuguhkan makanan papeda ketika Ketua Masyarakat Adat Tanah Papua sekaligus Staf Khusus Presiden, Lenis Kogoya, berkunjung ke Gedung Negara Grahadi pada Selasa (20/8/2019). (Ist)

Menurut Khofifah, dirinya mempunyai konsep dalam mengatasi persoalan yang sudah terjadi ini. Salah satunya adalah konsep sister city. Konsep di sektor pendidikan itu dinilai sangat tepat untuk memperkuat tali persahabatan.

"Bisa juga dilakukan pertukaran PNS Papua menjadi magang di Jatim selama dua sampai tiga tahun. Ini konsep sister province antara Jatim dengan Papua dan Papua Barat," ucap Khofifah.

Sementara itu, Lenis menyatakan pihaknya menitipkan mahasiswa Papua terhadap Gubernur Jatim, dengan harapan menjadikan mahasiswa Papua sebagai anak sendiri di Surabaya, Jatim. Bahkan dirinya menganggap Khofifah bukan lagi Gubernur Jatim, melainkan sebagai mama Papua.


Baca Juga : Panggil Kapolri & Wakil Kepala BIN, Wiranto Bahas Penambahan Pasukan di Papua

"Musibah datang dari Tuhan Yang Maha Esa. Semua tidak tahu musibah kapan datangnya. Bapak Presiden Joko Widodo hanya satu, mari saling memaafkan pascakejadian ini. Masalah ini ditutup saja," ujar Lenis.

Ia menambahkan, semua persoalan biarlah diselesaikan pihak yang berwenang. Sedangkan tugas para mahasiswa hanya belajar. “Setelah menempuh pendidikan di Surabaya, Jatim segera pulang ke tanah Papua. Kemudian bangun Papua agar bertambah maju,” tuturnya.


Baca Juga : Buntut Insiden di Asrama Papua, Wiranto Ingin Sistem Pengiriman Mahasiswa Diperbaiki

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini