nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dari Jerman, Palestina Mengakui Kemerdekaan Indonesia

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 23 Agustus 2019 08:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 22 18 2095465 dari-jerman-palestina-mengakui-kemerdekaan-indonesia-NdfhIMoUel.jpg Syekh Muhammad Amin Al-Husaini, mufti Palestina yang mengakui kemerdekaan Indonesia dari Jerman. Foto/Wikpedia Commons

AKIBAT rentetan kekalahan saat Perang Dunia II dari pihak sekutu pada akhir 1944, Hideki Tojo yang saat itu menjabat perdana menteri Jepang, posisinya digantikan oleh Kuniaki Koiso.

PM Kuniaki Koiso kemudian berpidato dalam sidang istimewa di Ibu kota Kekaisaran Jepang, Tokyo pada 7 September 1944.

Salah satu bagian pidatonya ia menyatakan bahwa Kekaisaran Jepang berjanji akan memberikan kemerdekaan bagi Bangsa Indonesia suatu hari.

Hal itu dilakukan agar Indonesia mau membantu Kekaisaran Jepang dalam Perang Dunia II, yang mulai menunjukkan kekalahan dari Amerika Serikat dan sekutunya.

Sehari sebelum janji PM Koiso, seorang Mufti Besar Palestina, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini yang bersembunyi di Jerman, mengumumkan telah mengakui kemerdekaan Indonesia via Radio Berlin berbahasa Arab pada 6 September 1944.

Pengakuan kemerdekaan Indonesia disiarkan selama dua hari berturut-turut mengutip buku "Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri", yang ditulis oleh M Zein Hassan.

Foto/Buku Diplomasi Revolusi RI di Luar Negeri

Bahkan buletin harian “Al-Ahram” yang terkenal juga menyiarkan berita pengakuan kemerdekaan Indonesia oleh Amin Al-Husaini.

Amin Al-Husaini bersembunyi di Jerman pada permulaan Perang Dunia II karena sedang berjuang melawan imperialis Inggris dan Zionis yang ingin menguasai kota Al-Quds, Palestina.

Amin Al-Husaini kemudian mendesak Negara-negara Timur Tengah lainnya untuk mengakui kemerdekaan Indonesia.

Mesir pun jadi negara selanjutnya yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada 22 Maret 1946.

Setelah itu, negara Arab lain yang mengikuti jejak Palestina dan Mesir adalah Suriah, Irak, Yaman, Arab Saudi dan Afghanistan.

Secara resmi keputusan sidang Dewan Liga Arab pada 18 November 1946 menganjurkan kepada semua negara anggota Liga Arab supaya mengakui Indonesia sebagai negara merdeka yang berdaulat.

Keputusan Liga Arab untuk memberikan dukungan pada Indonesia dilandasi pada ikatan keagamaan, persaudaraan serta kekeluargaan.

Foto/Buku Diplomasi Revolusi RI di Luar Negeri

Presiden Sukarno saat pidato kenegaraan pada 1962, mengatakan, "Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel."

Palestina adalah satu-satunya negara peserta Konferensi Asia-Afrika tahun 1955 yang hingga kini belum merdeka.

Pendudukan Israel atas Palestina masih berlangsung dan berbagai pelanggaran terhadap warga Palestina masih dilakukan.

Saat ini, mengutip situs Kementerian Luar Negeri, Kamis (22/8/2019) Indonesia konsisten menyuarakan hak-hak rakyat Palestina, termasuk mendorong berdirinya negara Palestina yang merdeka, demokratis, sejahtera, dan hidup berdampingan secara damai dengan Israel dibawah prinsip “Solusi Dua Negara".

1
2

Berita Terkait

Catatan Sejarah

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini