Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dari Jerman, Palestina Mengakui Kemerdekaan Indonesia

Rachmat Fahzry , Jurnalis-Jum'at, 23 Agustus 2019 |08:04 WIB
Dari Jerman, Palestina Mengakui Kemerdekaan Indonesia
Syekh Muhammad Amin Al-Husaini, mufti Palestina yang mengakui kemerdekaan Indonesia dari Jerman. Foto/Wikpedia Commons
A
A
A

Secara resmi keputusan sidang Dewan Liga Arab pada 18 November 1946 menganjurkan kepada semua negara anggota Liga Arab supaya mengakui Indonesia sebagai negara merdeka yang berdaulat.

Keputusan Liga Arab untuk memberikan dukungan pada Indonesia dilandasi pada ikatan keagamaan, persaudaraan serta kekeluargaan.

Foto/Buku Diplomasi Revolusi RI di Luar Negeri

Presiden Sukarno saat pidato kenegaraan pada 1962, mengatakan, "Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel."

Palestina adalah satu-satunya negara peserta Konferensi Asia-Afrika tahun 1955 yang hingga kini belum merdeka.

Pendudukan Israel atas Palestina masih berlangsung dan berbagai pelanggaran terhadap warga Palestina masih dilakukan.

Saat ini, mengutip situs Kementerian Luar Negeri, Kamis (22/8/2019) Indonesia konsisten menyuarakan hak-hak rakyat Palestina, termasuk mendorong berdirinya negara Palestina yang merdeka, demokratis, sejahtera, dan hidup berdampingan secara damai dengan Israel dibawah prinsip “Solusi Dua Negara".

(Rachmat Fahzry)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement