"Apalagi akar budayanya sama, akar sosialnya sama. Enggak ada yang beda. Yang repot itu kalau menyatukan beda akar sosial dan budaya. Kalau cuma soal geografik mah urusan ringan," ungkap Syarif.

Baca Juga : Alasan Wali Kota Depok Pilih Gabung ke DKI Jakarta
Senada dengan Syarif, sebelumnya, Wali Kota Depok, Mohammad Idris Abul Somad mengatakan, memang sebaiknya wilayah Depok masuk ke dalam Provinsi DKI Jakarta. Sebab dari sisi budaya Depok lebih kental ke budaya Betawi ketimbang Sunda
"Kalau saya milih dari sisi bahasa, saya memilih bahasa Jakarta, karena saya enggak bisa bahasa sunda, secara bahasa Depok hampir memiliki kesamaan bahasa dengan DKI Jakarta yakni rumpun Melayu Depok atau sering disebut betawi ora," kata Idris beberapa waktu lalu.
(Angkasa Yudhistira)