PUTRAJAYA – Perdana Menteri Malaysia, Dr. Mahathir Mohammad mempertahankan keputusannya untuk tidak mendeportasi pengkhotbah kontroversial Dr. Zakir Naik kembali ke negaranya, India, untuk saat ini. Naik yang tinggal di Malaysia sejak 2016 telah mendapat kecaman dari banyak pihak karena ceramah-ceramahnya yang dianggap menimbulkan ketegangan rasial di negara itu.
"Sampai sekarang, tidak ada perubahan (pada pendirian saya)," kata Mahathir kepada wartawan pada Kamis ketika ditanya apakah dia masih mempertahankan keputusannya untuk tidak mengirim Zakir kembali ke negara asalnya. Demikian diwartakan New Straits Times.
Dr. Zakir Naik menyampaikan komentar kontroversial dalam sebuah ceramah keagamaan di Kota Baru, Kelantan bulan lalu.
BACA JUGA: Anggap Ceramahnya Kelewat Batas, Mahathir Minta Polisi Selidiki Penceramah Zakir Naik
Dalam ceramah itu dia ia juga membandingkan umat Hindu di Malaysia dengan Muslim di India, mengatakan bahwa umat Hindu di Malaysia menikmati lebih dari 100 persen hak dibandingkan dengan umat Muslim di India. Dia juga mengklaim bahwa umat Hindu di Malaysia lebih setia kepada Perdana Menteri India Narendra Modi daripada Perdana Menteri Mahathir Mohamad.
Pada ceramah yang sama, Naik juga merespons seruan agar dia dideportasi dengan meminta warga China Malaysia untuk "kembali" terlebih dahulu karena mereka adalah "tamu lama" di negara itu.
Menyusul ceramah itu, Mahathir mengatakan bahwa Zakir Naik telah “melampaui batas” dan meminta polisi memeriksanya atas dugaan menyebabkan ketegangan rasial di Malaysia.
"Jika Anda ingin berbicara tentang agama, silakan, itu diperbolehkan. Kami tidak ingin menghentikannya melakukan hal itu. Tetapi sangat jelas ia ingin berpartisipasi dalam politik rasial di Malaysia. Sekarang, ia membangkitkan perasaan rasial. Itu buruk," kata Mahathir saat itu.
BACA JUGA: Penceramah Zakir Naik Minta Maaf pada Warga Malaysia Terkait Pernyataan Rasis
Kepolisian Malaysia telah tiga kali melakukan pemeriksaan terhadap Naik terkait pernyataannya dan melarangnya memberikan ceramah di aktivitas publik untuk menghindari ketegangan. Pada Selasa, Naik menyampaikan permintaan maaf kepada publik Malaysia atas penyataan yang dia anggap dikutip di luar konteks.
Dr. Zakir Naik yang telah tinggal selama tiga tahun di Malaysia memegang status penduduk yang diberikan oleh pemerintahan koalisi Barisan Nasional sebelumnya. Dia diburu di negara asalnya India atas tuduhan melakukan pencucian uang dan menghasut kekerasan dengan ujaran kebencian.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.