nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Konflik di Papua, Pendekatan dengan Kearifan Budaya Harus Ditonjolkan

Edy Siswanto, Jurnalis · Jum'at 23 Agustus 2019 16:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 23 340 2095773 konflik-di-papua-pendekatan-dengan-kearifan-budaya-harus-ditonjolkan-oQ7F8dvrv8.jpg Jokowi di Papua

JAYAPURA - Pengamat Politik Papua dan Hubungan Internasional Marinus Yaung menyebut upaya rekonsiliasi perlu dilakukan pemerintah Joko Widodo untuk menjadikan situasi kondusif di Papua dan Papua Barat Pasca-kasus persekusi yang berimbas aksi demo di beberapa wilayah Papua.

Kepada media ini, Marinus menyebut upaya rekonsiliasi dapat dilakukan dengan mengedepankan kearifan budaya warga Papua dan Papua Barat, tidak melulu dengan pendekatan keamanan.

"Kasus sentimen Papua ini sangat ditentukan oleh kearifan pimpinan negara dalam mengelola isu ini. Salah mengelola maka isu ini akan menkristal dan semakin terpopularisasi keinginan Papua untuk lepas dari NKRI,"katanya. Jumat (23/8/2019).

Menurutnya, Kapolri dan Panglima TNI juga harus bijaksana menyikapi persoalan yang saat ini terjadi. Dis Trush antara Papua dan Jakarta atas pendekatan yang dilakukan saat ini harus dirubah untuk mencapai rekonsiliasi.

Marinus Yaung

"Karena Dis-trust itu, maka harus diubah cara pendekatannya. Kepercayaan orang Papua kepada Jakarta yang telah hilang itu harus menjadi poin penting. Harus ada rekonsiliasi, sehingga kepercayaan itu kembali ada," ucapnya.

Dengan pendekatan yang menghargai dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan dan harkat martabat orang Papua itu, maka akan menaikkan derajat Indonesia di mata dunia.

"Saya percaya muara ini akan terjadi rekonsiliasi dan bahkan akan mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia dimata bangsa-bangsa lain dunia. Karena ini ujian, jika Indonesia bisa menyelesaikan dengan baik ujian ini, maka bangsa bangsa lain didunia ini akan aplaus dan bahkan mereka akan belajar dengan negara ini," katanya.

Dijelaskan, pendeketan yang bisa dilakukan dengan mencontoh kepemimpinan Jenderal Dony Monardo saat menjabat Komandan Kopassus. Yang dikatakan, saat ulang tahun korp Barat merah itu, dengan memanggil petinggi-petinggi pergerakan di Aceh dan Papua di Cijantung.

Baca Juga: Ratusan Anggota TNI-Polri Patroli Jaga Obyek Vital di Manokwari

"Pendekatan yang dilakukan oleh Jenderal Dony Monardo bisa dicontoh. Saat itu beliau memanggil pentolan pergerakan dari Aceh dan Papua dan meminta maaf secara terbuka atas perlakuan anak buahnya di Aceh dan Papua saat itu. Sehingga dia kemudian bisa merubah wajah Kopassus yang dulunya sangar bisa lebih soft di masyarakat,"katanya.

Dengan rekonsiliasi seperti itu, akan muncul pandangan baru dikehidupan berbangsa dan bernegara di Papua. Sehingga cara yang dilakukan Jenderal Kopassus itu bisa diterapkan dalam kasus yang saat ini terjadi.

"Saya percaya akan muncul suatu pandangan baru lagi orang bagi Papua kepada orang non Papua. Saya fikir akan terbentuk warga negara Indonesia yang Pancasilais dimana Papua dia menyadari bagian dari warga negara Indonesia," tegasnya.

Presiden Joko Widodo dinilai juga perlu meletakkan aktor-aktor yang mengerti suasana kebatinan orang Papua, terlebih pasca kasus yang saat ini terjadi. Wacana kedatangan orang nomor 1 di Indonesia ke Papua untuk bertemu langsung orang Papua dinilai kurang tepat sasaran jika hanya bertemu jajarannya di Papua dan Papua Barat.

"Harus ketemu dengan tokoh-tokoh pengaruh di Papua, dan berbicara langsung dengan mereka. Kalau begitu maka suasana pasti akan cair. Sebelum Presiden kesini, baiknya ada orang yang diutus untuk berkoordisi mendatangkan tokoh-tokoh itu. Kami bisa membantu upaya itu,"katanya.

Seperti diberitakan berbagai media saat ini, pasca kasus persekusi yang terjadi di Surabaya Jawa Timur terhadap mahasiswa Papua di wilayah itu, membuat situasi keamanan Papua dan Papua Barat mencekam. Beberapa aksi demo bahkan berujung bentrok dan anarkis. Berbagai pihak diminta menyikapi kondisi ini dengan cepat dan serius untuk terus meredam guna antisipasi terjadinya konflik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini