PALEMBANG - Sudah hampir dua pekan terakhir kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) tidak kunjung padam, bahkan di beberapa Kabupaten di Sumsel dalam waktu bersamaan terjadi Karhutla.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan, mengimbau masyarakat supaya waspada terhadap kabut asap.
Seiring dengan perkembangan titik panas dan beberapa kawasan Hutbunla (Hutan, Kebun, Lahan) yang terbakar di wilayah Sumsel dan sekitarnya, mengakibatkan semakin tingginya tingkat kekeruhan udara yang diakibatkan aktifitas tersebut.

Menurut Bambang Beny, Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Sumsel Indikasi kekeruhan udara ini ditandai penurunan jarak pandang yang mengganggu aktifitas warga.