nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dukung Pertanian Tebu, Pabrik Gula Blitar Mulai Berproduksi

Minggu 25 Agustus 2019 12:28 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 25 1 2096332 dukung-pertanian-tebu-pabrik-gula-blitar-mulai-berproduksi-2QHPxYdXSp.jpg Ilustrasi. Foto: Stylecraze

BLITAR - Direktur Utama PT Rejoso Manis Indo (RMI), Syukur Iwantoro menyatakan pihaknya mendukung kemajuan pertanian tebu di Indonesia. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah mulai beroperasinya Pabrik Gula Rejoso berbahan tebu di Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

"Kami sudah mulai menggiling tebu sejak 22 Agustus 2019 yang lalu dengan mengolah tebu rata-rata di minggu pertama mencapai 4.000 TCD. Angka ini masih akan terus naik sampai 10.000-20.000 TCD," ujarnya, Sabtu (24/8/2019)

Syukur menjelaskan, saat ini potensi lahan tebu di Kabupaten Blitar mencapai lebih dari 39.000 hektar. Dengan luasan tersebut, pihaknya bisa membeli bahan tebu secara langsung, di mana uangnya ditransfer ke pemilik tebu dua kali dalam seminggu.

Dengan Motto “Petani Sejahtera, Produktivitas Tinggi, Perusahaan Berjaya”, PT RMI membuka harga pembelian Rp 72.000/Kw atau di atas harga dasar yang ditetapkan pemerintah. Harga dasar pemerintah sebesar Rp52.000/Kw. "Diharapkan dengan sistem pembelian tebu putus dengan pembayaran yang cepat dan harga yang bagus ini, petani tebu di Blitar akan semakin bergairah dalam menanam tebu," katanya.

Selain itu, kata Syukur, PT RMI juga memfasilitasi petani tebu untuk mendapatkan kredit KUR melalui Bank Negara Indonesia (BNI 46). Fasilitas ini yang selanjutnya akan menjamin pembelian tebu dengan harga layak. Di sisi lain, pihaknya juga mendapat dukungan kuat dari jajaran Pemerintah Kabupaten Blitar, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Pusat.

"Insya Allah PT RMI bersama petani tebu Blitar akan mengembalikan Kabupaten Blitar sebagai daerah produsen tebu dan gula konsumsi andalan Provinsi Jawa Timur dan memberikan kontribusi yang signifikan menuju tercapainya swasembada gula konsumsi nasional. Total investasi yang dikeluarkan oleh PG RMI sudah mencapai Rp3,42 triliun," tukasnya.

Seperti diketahui bersama, Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong minat investasi untuk meningkatkan kapasitas produksi gula guna mencapai target swasembada gula. Dari catatan yang ada, terdapat tiga pabrik gula yang sudah mulai operasional. Kapasitas produksi masing-masing berkisar 6000 - 10.000 TCD dengan tingkat rendemen di atas 8%. Jika dihitung maka dari tiga pabrik tersebut rata-rata dihasilkan 3.000 ton gula per hari.

Kementan sendiri menargetkan pada 2020 akan terbangun sembilan pabrik gula baru yang tersebar di Jawa dan Luar Jawa, serta Kawasan Timur Indonesia dalam rangka percepatan swasembada gula nasional.(ADV)

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini