nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kementan Andalkan Kacang Hijau sebagai Komoditas Ekspor

Minggu 25 Agustus 2019 23:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 25 1 2096493 kementan-andalkan-kacang-hijau-sebagai-komoditas-ekspor-JDZQ9sLMPf.jpg Foto: dok.Humas Kementan

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan terus berupaya meningkatkan ekspor komoditas tanaman pangan, terutama kajang hijau yang merupakan komoditas andalan.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanama Pangan Kementan, Gatut Sumbogodjati mengatakan, salah satu upaya Kementan untuk meningkatkan ekspor kacang hijau yakni melalui peningkatan kualitas SDM Bimbingan Teknis. Kegiatan peningkatan ini telah dilakukan di Gresik, Jawa Timur, pada 21 Agustus 2019.

Gatut menambahkan, fasilitasi bantuan untuk pengembangan kacang hijau juga telah diberikan Kementerian Pertanian, yaitu penyaluran benih dan serta saprodi untuk perbaikan budidaya dan varietas seluas 5.000 Ha di lima provinsi sentra. Bahkan pada 2019 fasilitas bantuan ditingkatkan untuk 6.500 Ha lahan.

Sementara itu, Toni salah satu eksportir mengatakan bimbingan teknis terhadap petani membuat kacang hijau yang dihasilkan sesuai dengan permintaan negara tujuan. Sekedar informasi, ada karakteristik khusus kacang hijau yang diminati pasar ekspor. "Jadi mereka lebih tertarik yang berwarna kusam dengan diameter sekitar 3,3 mm,” jelasnya.

Di sisi lain Peneliti Utama Balai Penelitian Tanaman Kacang dan Umbi-Umbian (Balitkabi) Malang, Trustinah menyebutkan varietas kacang hijau yang kusam diminati pasar ekspor yaitu vima 1 dengan produktivitas 1,8 ton per ha. "Kemudian Vima 3, produktivitasnya lebih tinggi, 2,11 ton per hektar dan Vima 5 lebih tinggi lagi, 2,34 ton per hektar," sebutnya.

Lebih lanjut Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanama Pangan, Gatut Sumbogodjati menambahkan, ekspor kacang hijau pada umumnya dilakukan pada saat panen raya, yaitu mulai Agustus hingga September.

"Daerah sentra produksi kacang hijau contohnya ada di Kabupaten Pati, Grobogan, Demak, Gresik, Sidoarjo, Madura, Sumenep, Sampang, Garut, Cianjur, Sumbawa, Dompu, Jeneponto dan Takalar,” ujar Gatut Minggu (25/8/2019).

"Pada akhir Agustus atau awal September nanti rencana akan ada ekspor kacang hijau dari PT Agro Tani Sukses Sejahtera Gresik sebanyak lima Kontainer atau sekitar 125 ton, dan dari PT Aman Buana Putra di Surabaya sebanyak tiga kontainer atau sekitar 75 ton ke Philipina," tambahnya lagi.

Sebagai gambaran PT Agro Tani Sukses Sejahtera sejak Januari dan Agustus 2019 telah merealisasikan ekspornya sebesar 750 ton ke China dan sebesar 1.250 ton ke Philipina. Untuk tahun ini ekspor kacang hijau ditargetkan sebesar 5.000 ton.

"Sedangkan PT Aman Buana Putra melakukan ekspor ke China sebesar 1250 Ton, Philipina 2500 Ton dengan target ekspor tahun 2019 sebesar 5000 ton," sebut Gatut.

Negara Tujuan Ekspor

Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya mencatat Filipina dan China serta Taiwan merupakan negara utama tujuan ekspor kacang hijau. Ekspor ke tiga negara tersebut mencapai lebih dari 90% dari total ekspor Indonesia sebesar 11.652 ton periode Januari sampai Agustus 2018.

Sedangkan pada tahun 2019 (data BPS Januari – Juni) ekspor kacang hijau segar tujuan Jepang, Hongkong, Cina, Taiwan, Vietnam, Singapura, Philipina dan Timor Leste sebanyak 3.400 ton dengan nilai Rp42 miliar. “Lebih menariknya, tahun ini ada negara tujuan ekspor baru yaitu Mesir,” tutur Iwan, petugas Balai Besar Karantina Surabaya.(ADV)

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini