Selanjutnya, tema untuk mengelola sumber daya genetik hutan dalam mengubah lingkungan dan lansekap dan terakhir peran ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung peningkatan kualitas lingkungan.
"Kita berharap dalam pengambilan kebijakan berdasarkan hasil penelitian, sehingga kebijakan nanti sesuai dengan kondisi yang ada. Hasil dari konferensi ini juga akan segera kami rekomendasikan kepada pemerintah dan pihak terkait," jelas Agus.
Di sisi lain, Agus menyebut anggaran yang dibutuhkan untuk melakukan penelitian memang tidak sedikit. Tahun 2020, pihaknya hanya mempunyai setengah dari kebutuhan anggaran sekitar Rp 700 miliar. "Tahun depan dana yang tersedia Rp 393 miliar. Kalau kebutuhan itu sekitar Rp 700 milar," ucapnya.
Oleh karena itu dia berharap dana abadi yang direncanakan Presiden Joko Widodo untuk keperluan penelitian segera terealisasi agar penelitian dan teknilogi Indonesia tidak ketinggalam dengan negara lain. "Tapi memang tidak seluruhnya kami mengandalkan APBN ya. Kita juga banyak melakukan kerjasama dengan pihak swasta untuk penelitian," tutupnya. (ADV)
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.