
"Jadi memindahkan ibukota, tanpa kemudian mengoreksi model eksploitasi sumber daya alam, atau model ekonomi yang masih tumbuh dari eksploitasi SDA, itu tidak akan mengubah apapun," tambahnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Greenpeace Indonesia Leonard Simanjuntak. Baginya, jika pada akhirnya di ibu kota baru di kelilingi oleh penggalian batubara, maka beban kerusakan lingkungan, terutama polusi udara di ibu kota baru.
"Jika nanti sumber energi ibu kota baru masih mengandalkan batubara seperti saat ini di Jakarta, maka jangan harap ibu kota baru akan bebas dari polusi udara," ungkap Leonard.
Bagi Leonard, jika Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) barubara tetap terdapat di wilayah ibu kota baru, maka akan bertentangan denga konsep green city yang diklaim pemerintah terdapat di wilayah ibu kota baru.