Share

Lima Orang Terbunuh dalam Penembakan Massal di Texas

Rahman Asmardika, Okezone · Minggu 01 September 2019 10:53 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 01 18 2099200 lima-orang-terbunuh-dalam-penembakan-massal-di-texas-A3bvhSs6pv.jpg Foto: AFP.

ODESSA – Sedikitnya lima orang terbunuh dan banyak lainnya mengalami luka-luka dalam penembakan massal yang terjadi di Texas, Amerika Serikat (AS). Ini merupakan insiden penembakan massal kedua yang terjadi di negara bagian itu dalam waktu sebulan.

Seorang polisi yang berusaha menghentikan mobil pelaku menjadi korban pertama penembakan yang terjadi di antara Kota Midland dan Odessa itu. Pelaku penembakan kemudian menembaki banyak pengendara dan orang yang lewat.

BACA JUGA: Penembakan di Texas, 20 Tewas dan 26 Lainnya Terluka

Pada satu tahap, pelaku meninggalkan mobilnya dan mencuri sebuah truk pos sebelum melanjutkan aksinya.

Polisi mengevakuasi warga di Odessa menyusul penembakan massal yang terjadi, 31 Agustus 2019. (Reuters)

Pelaku akhirnya ditembak mati oleh polisi di sebuah kompleks bioskop. Motif pelaku penembakan, seorang pria berkulit putih, berusia pertengahan 30-an tahun, masih belum jelas. Demikian diwartakan BBC, Minggu (1/9/2019).

Sekitar 20 orang terluka, tiga di antaranya petugas polisi, dalam insiden yang terjadi pada Sabtu malam waktu setempat itu. Polisi mengatakan bahwa tidak semua korban terluka akibat tembakan. Beberapa mungkin terkena pecahan kaca setelah jendela mobil mereka pecah ketika terkena peluru.

Rumah Sakit Pusat Medis Odessa mengatakan seorang anak di bawah usia dua tahun termasuk di antara mereka yang dirawat di sana. Tujuh pasien lainnya dalam kondisi serius.

Polisi mengatakan insiden itu dimulai tepat setelah pukul 15:00 waktu setempat setelah dua petugas Departemen Keamanan Publik Texas menepikan sebuah kendaraan di jalan raya Midland. Sopir mobil itu kemudian menembaki para petugas dan, setelah mengemudi pergi, mulai menembaki orang lain di beberapa lokasi.

BACA JUGA: Pelaku Penembakan Massal Texas Terinspirasi Serangan Masjid di Christchurch

Insiden ini merupakan penembakan massal kedua yang terjadi di Texas dalam waktu sebulan setelah 22 orang terbunuh oleh seorang pria bersenjata di Kota El Paso, Texas, empat pekan lalu.

"Kami tidak akan membiarkan Negara Bagian Lone Star dikuasai oleh kebencian dan kekerasan. Kami akan bersatu, seperti yang selalu dilakukan orang Texas, untuk menanggapi tragedi ini," kata Gubernur Greg Abbott, merujuk pada julukan Negara Bagian Texas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini