Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pilkada Kota Tangsel Butuh Figur Alternatif Guna Akhiri Feodalisme Politik

Hambali , Jurnalis-Senin, 02 September 2019 |20:02 WIB
Pilkada Kota Tangsel Butuh Figur Alternatif Guna Akhiri Feodalisme Politik
Ilustrasi Pemilu (foto: Shutterstock)
A
A
A

Sementara Ade Irawan, aktivis antikorupsi yang juga berniat maju pada Pilkada Kota Tangsel, menegaskan tanpa kepemimpinan yang kuat jangan berharap akan ada perubahan besar di Tangsel.

"Tangsel punya potensi untuk menjadi daerah lebih baik. Keuangan daerah hampir 4 triliun. Lalu sebagian daerah juga dibangun oleh sejumlah pengembang besar. Tangsel ini mestinya bisa jadi percontohan, bukan hanya bagi Banten tapi bagi daerah lain secara nasional," ungkap Ade.

Lubang di Jalan Siliwangi, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel) Ditanami Pohon Kelapa (foto: Hambali/Okezone)	 

Dia menyatakan, salah satu hal yang perlu dibenahi di Kota Tangsel adalah soal perimbangan pembangunan. Kata dia, fasilitas publik yang disediakan pemerintah Kota belum sebanding dengan yang disediakan pihak swasta.

"Di Tangsel ada sekolah terbaik, rumah sakit terbaik, pasar percontohan tapi itu yang bangun swasta, bukan pemerintah daerah. Kepemimpinan yang baik perlu memiliki kemampuan, komitmen atau keberanian, serta inovasi," ucapnya.

Beberapa figur alternatif yang kini mulai digaungkan maju dalam Pilkada Tangsel adalah, Suhendar aktivis sekligus dosen Universitas Pamulang, Ade Irawan mantan aktivis anti korupsi ICW, Siti Khodijah politisi PKS, Siti Nur Azizah putri KH Ma'ruf Amin, Nur Asia Uno istri Sandiaga Uno, M Reza AO Ketua Ormas PP.

(Fiddy Anggriawan )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement