nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Capai Kesepakatan dengan Taliban, AS Akan Tarik 5.400 Pasukannya dari Afghanistan

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 03 September 2019 11:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 03 18 2099997 capai-kesepakatan-dengan-taliban-as-akan-tarik-5-400-pasukannya-dari-afghanistan-G28xDHQBHT.jpg Foto: Reuters.

KABUL – Amerika Serikat (AS) setuju untuk menarik lebih dari 5.400 pasukannya dari Afghanistan dalam waktu 20 pekan sebagai bagian dari kesepakatan “prinsip” dengan Taliban. Namun, kesepakatan tersebut masih perlu mendapat persetujuan dari Washington.

Juru Runding Amerika Serikat (AS), Zalmay Khalilzad mengungkapkan detail kesepakatan tersebut dalam sebuah wawancara televisi usai memberi pengarahan kepada para pemimpin Afghanistan. Dia mengatakan bahwa persetujuan akhir untuk kesepakatan itu terletak pada Presiden Donald Trump.

BACA JUGA: AS dan Taliban Lanjutkan Perundingan untuk Akhiri Perang Terlama Amerika

Ledakan besar mengguncang Ibu Kota Kabul saat wawancara Khalizad ditayangkan. Serangan bom yang terjadi di lingkungan pemukiman bagi warga asing itu menewaskan sedikitnya lima orang. Taliban menyatakan bertanggungjawab atas ledakan yang menargetkan warga asing di Afghanistan itu.

Ledakan itu juga menegaskan bahwa Taliban tidak akan menghentikan serangannya selama proses perundingan berlangsung.

Kesepakatan yang dijelaskan oleh Khalilzad merupakan hasil dari perundingan sembilan putaran antara AS dengan Taliban yang digelar di Qatar.

Sebagai ganti atas penarikan pasukan AS, Taliban akan memastikan bahwa Afghanistan tidak akan pernah lagi digunakan sebagai pangkalan untuk kelompok-kelompok militan yang berusaha menyerang AS dan sekutunya.

"Kami telah sepakat bahwa jika kondisinya berjalan sesuai dengan perjanjian, kami akan pergi dalam waktu 135 hari dari lima pangkalan di mana kami hadir sekarang," kata Khalilzad sebagaimana dilansir BBC, Selasa (3/9/2019).

AS saat ini memiliki sekitar 14.000 tentara di negara itu.

Seorang juru bicara Taliban mengonfirmasi dalam pesan teks kepada BBC bahwa rincian penarikan pasukan seperti yang diuraikan oleh Khalilzad benar.

BACA JUGA: Capai Kemajuan, Perundingan AS dan Taliban di Doha Gagal Hasilkan Kesepakatan

Juru Bicara Kepresidenan, Sediq Seddiqqi mengatakan bahwa Presiden Ashraf Ghani akan mempelajari kesepakatan itu sebelum memberikan pendapat apa pun. Dia mengatakan pemerintah masih membutuhkan bukti bahwa Taliban berkomitmen untuk perdamaian.

Banyak penduduk di Afghanistan khawatir bahwa kesepakatan antara AS dengan Taliban dapat membuat hak-hak dan kebebasan yang mereka peroleh dengan susah payah terkikis. Taliban menegakkan hukum agama yang ketat dan memperlakukan wanita secara brutal di bawah kekuasaan mereka dari 1996 hingga 2001.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini