nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Puluhan Nyawa Melayang di "Kerajaan Gaib" Tol Cipularang

CDB Yudistira, Okezone · Selasa 03 September 2019 02:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 03 525 2099882 kisah-puluhan-nyawa-melayang-di-kerajaan-gaib-tol-cipularang-JpkCTXte8l.jpg Tol Cipularang (Foto: BPJT Kementerian PU)

BANDUNG - Sebanyak sembilan orang tewas dalam kecelakaan yang terjadi KM 91 tol Cipularang arah Jakarta, atau persisnya masuk wilayah Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Purwakarta, Senin 2 September 2019.

Belum diketahui persis kronologi kecelakaan ini. Dari keterangan beberapa saksi di lokasi kejadian, kecelakaan terjadi akibat truk terguling yang menyebabkan puluhan mobil tabrakan beruntun.

Kecelakaan maut di tol Cipularang, bukanlah kali pertama ini terjadi. Sejak diresmikan pada April 2005 silam, deretan kecelakaan banyak terjadi di sana. Tol yang memiliki panjang 58 kilometer dengan menyambungkan wilayah Cikampek-Purwakarta-Padalarang itu juga telah menelan puluhan korban nyawa.

Kecelakaan lalu lintas di Tol Cipularang menewaskan Virginia Anggraeni, istri pedangdut Saipul Jamil pada 3 September 2011. Saat kejadian, Saipul Jamil mengendarai mobil minibus, bersama keluarga untuk menuju Jakarta dalam suasana lebaran.

Namun saat melintas di KM 79, mobil yang dikendarainya tiba-tiba oleng dan menabrak pembatas jalan. Istrinya tewas seketika dalam insiden itu. Sementara Ipul hanya menderita luka ringan.

Mobil yang ditumpangi istri Saipul Jamil

Masih di tahun yang sama, tepatnya 7 September 2011, kecelakaan juga terjadi di KM 93. Sebanyak enam orang tewas dalam kecelakaan yang melibatkan truk dan mobil travel jenis Elf.

Selanjutnya pada 2012, kecelakaan terjadi di KM 100 Tol Cipularang pada 22 Desember 2012. Insiden yang melibatkan bus dan truk tronton itu memakan tumbal 7 nyawa manusia.

Kemudian di tahun berikutnya pada 2013 hingga 2017, kecelakaan lalu lintas juga banyak terjadi di Tol Cipularang. Berdasarkan penelusuran Okezone, sebanyak 13 korban meninggal dunia dalam kurun waktu empat tahun itu.

Ada dua kecelakaan yang menyita perhatian publik pada rentang waktu tersebut. Pertama, kecelakaan yang menimpa Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman. Helmi mengalami kecelakaan saat melintasi Tol Padalarang-Cileunyi Bandung pada 5 April 2015 dini hari. Beruntung Helmi hanya mengalami luka dan langsung ditangani intensif petugas medis pasca-kejadian.

Selanjutnya pada pertengahan 2017, sebanyak 10 kendaraan terlibat kecelakaan yang menewaskan tiga orang di KM 91 arah Bandung.

Sejumlah mitos tentang kecelakaan di Tol Cipularang telah berkembang di masyarakat. Terlebih lokasi kejadian kecelakaan hampir selalu sama yakni antara KM 91 hingga KM 97 sehingga pada titik-titik tersebut kerap dianggap masyarakat sebagai jalur angker.

Tol Cipularang

Banyaknya penampakan mahluk gaib pada KM tersebut kerap digadang-gadang sebagai penyebab kecelakaan terjadi. Sebagian meyakini ada "kerajaan gaib" makhluk halus di kawasan tersebut.

Selain itu, keberadaan Gunung Hejo yang terkenal angker di kawasan KM 90 hingga KM 100 Tol Cipularang, kerap dikaitkan dengan sejumlah kejadian ganjil dan kecelakaan.

Penjelasan ilmiah banyaknya kecelakaan terjadi pada ruas KM 90 hingga 100 Cipularang, lantaran kontur jalan yang menurun sangat tajam pada arah Jakarta dan tanjakan curam pada arah Bandung menjadikan beberapa pengendara sulit mengendalikan kendaraannya.

Selain itu, pada KM 92-KM 93 dari arah Jakarta terdapat dua tikungan tajam dengan sudut sekira 80°. Tikungan itu berada setelah jalan menurun dengan kecuraman sekira 20°.

Belum lagi sepanjang KM 95 jalan tol terbentang lurus sehingga bisa menimbulkan kantuk bagi pengemudi. Kemudian titik KM 96-KM 97 dianggap titik rawan karena kontur jalan yang menurun dengan kecuraman sekira 20° dan ada tikungan tajam dengan sudut sekira 80°.

Penanganan Laka Beruntun di Tol Cipularang

Kemudian pada KM 101-KM 103 jalanan terbentang lurus namun sambungan jembatan lebih rendah dibanding jalan utama sehingga memicu genangan air. Kondisi ini membuat kecelakaan rawan terjadi karena bisa menyebabkan kendaraan mudah hilang keseimbangan.

Terakhir di KM 104 terdapat tikungan tajam dengan sudut kemiringan sudut sekira 80° sehingga rawan memicu kecelakaan bilamana pengendara tidak berhati-hati.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini