Kerusuhan itu terjadi di tengah-tengah meningkatnya ketegangan antara pihak berwenang dan warga negara asing atas upaya luas untuk menutup bisnis yang dioperasikan secara ilegal, termasuk taksi dan truk komersial.
Pengemudi truk dan bus telah diperingatkan oleh Asosiasi Pedagang Lintas Batas Internasional bahwa mereka mungkin menjadi sasaran serangan, karena situasi yang terus memburuk.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa perasaan putus asa karena angka pengangguran yang tinggi telah menyulut kekerasan.
Gelombang kekerasan karena xenophobia yang terus menerus terjadi di Afrika Selatan telah banyak dikecam oleh para politisi dan organisasi hak asasi manusia.
Menteri Luar Negeri Nigeria Geoffrey Onyeama menggambarkan situasi itu "memuakkan dan menyedihkan" sementara juga mengutuk "perlindungan polisi yang tidak efektif."
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.