nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PBB Rayu Korea Utara Tak Kurangi Staf Bantuan Internasional

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 06 September 2019 14:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 06 18 2101442 pbb-rayu-korea-utara-tak-kurangi-staf-bantuan-internasional-beK3wlkyIF.jpg Bendera Korea Utara. (Foto/Reuters)

UNITED NATIONS - Perserikatan Bangsa-Bangsa merayu Korea Utara untuk tidak mengurangi jumlah staf bantuan internasional yang dikerahkan oleh badan dunia untuk melakukan pekerjaan pangan, gizi dan kesehatan.

Dalam sebuah pernyataan tertulis melanisr Reuters, Jumat (6/9/2019), Korea Utara ingin Amerika Serikat (AS) mengurangi jumlah staf internasional karena program-programnya gagal karena politisasi bantuan AS oleh pasukan musuh.

PBB memperkirakan 10,3 juta orang—hampir setengah dari populasi negara itu—Korea Utara kekurangan gizi, sementara pada Februari Pyongyang mengatakan mereka menghadapi kekurangan pangan tahun ini dan harus mengurangi separuh ransum, dengan menyalahkan kekeringan, banjir, dan sanksi.

Baca juga: Donald Trump Tidak Senang Korea Utara Kembali Luncurkan Rudal

Baca juga: Korut Beri 2 Opsi untuk AS: Dialog atau Perang

Juru bicara AS Stephane Dujarric mengatakan PBB sedang berdialog dengan pemerintah Korea Utara mengenai masalah pengurangan staf bantuan internasional negara tersebut.

"Operasi AS saat ini sudah ringan dan kapasitas berkelanjutan di tingkat saat ini sangat penting untuk memastikan dukungan AS yang berkelanjutan untuk keamanan pangan, air, program nutrisi yang kritis serta memobilisasi sumber daya," kata Dujarric.

Dia mengatakan bahwa pada tahun 2018 PBB dan kelompok bantuan internasional lainnya telah membantu lebih dari 2 juta orang.

Dalam surat 21 Agustus, Kim Chang Min, sekretaris jenderal Komite Koordinasi Nasional Korea Utara untuk AS, mengatakan kepada pejabat tinggi AS bahwa jumlah staf internasional harus dikurangi pada akhir tahun.

Korea Utara menginginkan jumlah staf internasional dengan Program Pengembangan UN dikurangi menjadi satu atau dua dari enam orang.

Kim juga menulis, tidak diperlukan petugas koordinasi bantuan kemanusiaan, dan menambahkan bahwa petugas bantuan AS dapat mengunjungi Korut ketika diminta.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini