JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) di tahun 2019 mulai menginisiasi kegiatan pilot project pengembangan kawasan untuk perbenihan jagung berbasis korporasi petani. Penguatan kelembagaan kawasan korporasi dilakukan melalui pengawalan, pembinaan dan pendampingan dalam teknik produksi benih jagung, bantuan sarana produksi, alsintan, infrastruktur dan akses pasar.
Salah satu lokasi pilot project yang dikunjungi Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi bersama Direktur Perbenihan M. Takdir Mulyadi, di Desa Jatirogo, Kabupaten Tuban pada Sabtu 7 September 2019.
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan menargetkan pelaksanakan kegiatan pilot project pengembangan kawasan jagung hibrida untuk penangkaran benih berbasis korporasi petani di Tuban untuk tahap awal seluas 89,6 ha dari target nasional seluas 1.175 hektar. Dari total ini, berada di tiga kabupaten yakni di Tuban 675 hektar, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan 250 hektar dan Lampung Timur 250 hektar.
"Berbeda halnya korporasi jagung di Kabupaten Lebak Banten, bukan untuk penangkaran tapi untuk konsumsi seluas 1.000 hektar. Pelaksanaan Korporasi perbenihan ini akan terlaksana dengan 3 tahap selama 5 tahun," jelasnya.
Dalam kunjungannya ini, Suwandi menyaksikan dan mengapresiasi jerih payah yang dilakukan kelompok tani Kabupaten Tuban. Menurutnya, kegiatan percontohan ini dimaksudkan untuk merangsang kelembagaan ekonomi petani agar bisa mengelola bisnis usaha tani, penangkaran benih jagung hibrida secara mandiri dan juga dapat meningkatkan produksi benih nasional secara berkelanjutan.