“Setelah ini, jika berhasil kita terapkan di beberapa kawasan lain untuk mereplikasi kegiatan perbenihan jagung hibrida berbasis korporasi petani kedepan,” ucapnya.
*Pola Pengembangan Benih Jagung*
Pada kunjungan ini, Bahtiar dari Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros menjelaskan teknologi paling tinggi untuk perbenihan diistilahkan dengan nama hibridisasi artinya mempertemukam 2 tetua yang berbeda. Intinya semakin jauh hubungan kekerabatan tetua, maka semakin bagus hasilnya, artinya jika tidak ada kekerabatannya maka semakin baik hasilnya.
Ketua Kelompok Tani Gembang Makmur, Sarwito mengungkapkan sebenarnya penangkar benih jagung ini awalnya tidak percaya apakah kondisi kemarau ekstrim bisa tetap berproduksi. Itulah yang selalu timbul di benak petani, namun lewat dorongan penjelasan dan pendampingan, petani justru merasa mantap.
"Apalagi pada waktu itu juga teman-teman kelompoktani memberikan dukungan. Kami langsung menyepakati siap melaksanakan program pemerintah penangkaran benih walaupun kondisi yang seperti ini,” ujarnya.