“Kalau saya bilang musim cuaca yang ekstrim, namun teman teman para penangkar benih benar-benar siap untuk melaksanakan dengan kondisi lapangan seperti ini Pak," tambah Sarwito
Perlu diketahui kebutuhan benih jagung di Tuban meningkat signifikan setiap tahunnya. Provitas jagung hibrida tahun 2017 mengalami kenaikan dari 5,39 ton per hektar menjadi 5,58 ton per hektar pada tahun 2018.
Untuk itu, Direktur Perbenihan Tanaman Pangan, Takdir Mulyadi berharap dengan dilaksanakan percepatan gerakan tanam perbenihan jagung hibrida berbasis korporasi, Provinsi Jawa Timur nantinya dapat memenuhi kebutuhan benih jagung hibrida untuk wilayahnya (insitu) dan bisa memangkas biaya produksi serta meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan petani.
"Luas jagung korporasi di Tuban saat ini sudah tertanam 89,6 hektar dari target 675 hektar. Varietasnya semua petani memakai Nasa 29, untuk panennya rencana di bulan Oktober dan November ini, ujar" Takdir.
Takdir menyebutkan analisa usahatani penangkaran benih jagung hibrida lebih menguntungkan, jika dibandingkan dengan jagung hibrida konsumsi. Faktanya, dengan biaya produksi calon benih Rp 7,2 juta per hektar akan diperoleh hasil 5 ton per hektar.