nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bom Sapi Jadi Senjata "Putus Asa" ISIS

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 09 September 2019 20:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 09 18 2102664 bom-sapi-jadi-senjata-putus-asa-isis-VX7VCGmPQC.jpg Ilustrasi. (Foto/Business Insider)

ALEPPO - Anggota kelompok teror ISIS yang putus asa menggunakan bom sapi dalam melancarkan serangan terbarunya.

Dengan kekuatan yang semakin berkurang, ISIS menggunakan taktik baru untuk melakukan perlawanan di wilayah Irak dan Suriah.

Melansir Mirror, Senin (9/92019) dalam satu insiden baru-baru ini, para jihadis melekatkan bom rompi pada dua sapi di dekat pos pemeriksaan tentara di sebuah desa di provinsi Diyala di Irak timur.

Namun penduduk desa yang menyadari adanya bom tersebut memberi tahu tentara ketika hewan itu mendekat.

Foto/Reuters

Kemudian para prajurit melepaskan tembakan ke arah dua sapi itu hingga bom meledak. Seorang pengamat terluka dan beberapa bangunan rusak akibat ledakan.

Baca juga: ISIS Diumumkan Kalah

Baca juga: Puluhan WNI Ditemukan di Antara Ribuan Pendukung ISIS di Kamp Suriah

Sadiq Hussein, seorang pejabat setempat, mengatakan kepada media serangan tersebut menjadi bukti ISIS telah putus asa.

"Ini menunjukkan bahwa kelompok itu telah kehilangan kemampuan untuk merekrut orang-orang muda dan calon pembom bunuh diri, karenanya mereka menggunakan hewan ternak," kata dia.

Ini bukan pertama kalinya ISIS mengikatkan bom pada binatang dalam upaya untuk membunuh pasukan musuh atau warga sipil yang tidak bersalah. Para teroris pernah menempelkan bom pada seekor anjing.

Sedangkan kelompok Taliban dan al-Qaeda juga pernah menggunakan keledai sebagai perantara bom di Afghanistan dan Pakistan.

Pasukan koalisi yang didukung AS telah mendorong ISIS keluar Irak dan Suriah setelah serangan berbulan-bulan.

Banyak pejuang yang akhirnya tewas atau ditangkap, dan ribuan wanita dan anak-anak terjebak di kamp-kamp pengungsi di Suriah.

Bulan lalu, para pejabat AS dan Irak mengatakan kepada New York Times bahwa ISIS sedang mengumpulkan kekuatan baru, melakukan serangan gerilya dan mencoba merekrut orang-orang di kamp Al Hol yang terkenal di Suriah timur laut.

Laporan itu mengatakan ISIS masih memiliki 18.000 pejuang di Irak dan Suriah, dan uang simpanan sebanyak USD 400 juta (Rp5 triliun).

Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan rencana untuk menarik pasukan dari Afghanistan dan Suriah tetapi ada kekhawatiran bahwa penarikan akan mengurangi dukungan untuk pasukan lokal atau milisi dalam memerangi terorisme.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini