"KNPB ada dua aktor intelektual juga saat ini belum ditetapkan tersangka masih didalami. AK dan V sebagai tokoh di KNPB diperiksa juga oleh tim yang dibackup (dibantu) Mabes Polri," tuturnya.

Dalam kasus ini, baik Ferry Kombo dan Alexander Gobay disebut-sebut sabagai aktor intelektual kerusuhan di wilayah Papua. Ia diduga sebagai master mind dan aktor penggerak massa di lapangan.
Dedi menjelaskan, keduanya sama-sama berperan untuk menggerakkan mahasiswa Universitas Cendrawasih dan massa lainnya. Keduanya dianggap sudah menyiapkan rencana untuk melakukan kerusuhan.
Hal itu, kata Dedi, dibuktikan dengan sejumlah barang bukti berupa senjata tajam saat dilakukan penggeledahan di rumah tersangka.