nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jepang Berencana Buang Limbah Radioaktif ke Laut

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 10 September 2019 17:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 10 18 2103030 jepang-berencana-buang-limbah-radioaktif-ke-laut-sQilBVWUba.jpg Tangki yang menyimpan limbah di PLTN Fukushima, Jepang. (Foto/Reuters)

TOKYO - Perusahaan Tokyo Electric Power Jepang berencana membuang air radioaktif dari PLTN Fukushima yang hancur ke Samudra Pasifik karena kehabisan ruang untuk menampung limbah tersebut.

Tokyo Electric atau Tepco telah mengendapkan lebih dari 1 juta ton limbah cari radioaktif dari pipa pendingin yang digunakan untuk menjaga agar inti bahan bakar tidak meleleh sejak pabrik itu lumpuh akibat gempa bumi dan tsunami pada tahun 2011.

"Satu-satunya pilihan adalah mengalirkannya ke laut dan mencairkannya," kata menteri lingkungan Yoshiaki Harada mengutip Japan Times, Selasa (10/92019).

"Seluruh pemerintah akan membahas ini, tetapi saya ingin menawarkan pendapat sederhana saya," lanjutnya.

Baca juga: Operator PLTN Fukushima Akan Kembali Operasikan 2 Reaktor Nuklir Terbesar di Jepang

Baca juga: Jepang Kembali Memulai Perburuan Lumba-Lumba Kontroversialnya

Foto/Reuters

Pemerintah Jepang sedang menunggu laporan dari panel ahli sebelum membuat keputusan akhir tentang cara membuang air radioaktif.

Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga, dalam jumpa pers terpisah menilai pernyataan Harada adalah pendapat pribadi.

Tepco tidak dalam posisi untuk memutuskan apa yang harus dilakukan tetapi akan mengikuti kebijakan begitu pemerintah membuat keputusan.

Perusahaan itu mengatakan akan kehabisan ruang untuk menyimpan limbah radioaktif pada 2022. Harada tidak mengatakan berapa banyak air yang perlu dibuang ke laut.

Izin dari pemerintah untuk membuang limbah ke laut akan membuat negara tetangga marah seperti Korea Selatan, yang memanggil seorang pejabat senior kedutaan Jepang bulan lalu untuk menjelaskan bagaimana air Fukushima akan ditangani.

"Kami hanya berharap untuk mendengar lebih detail dari diskusi yang sedang berlangsung di Tokyo sehingga tidak akan ada pengumuman yang mengejutkan," kata seorang diplomat Korea Selatan kepada Reuters, yang meminta namanya tidak disebutkan karena sensitivitas hubungan bilateral.

Kementerian luar negeri Korea Selatan mengatakan dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa pihaknya telah meminta Jepang "untuk mengambil keputusan yang bijaksana dan bijaksana tentang masalah ini".

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini