nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bocah ABG Paling Banyak Kena Razia Operasi Patuh Kalimaya 2019

Rasyid Ridho , Jurnalis · Jum'at 13 September 2019 13:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 13 340 2104320 bocah-abg-paling-banyak-kena-razia-operasi-patuh-kalimaya-2019-SrcaQPCvrB.jpg Sejumlah ABG ditilang Polda Banten (foto: Rasyid/Sindo)

SERANG - Ditlantas Polda Banten menggelar Operasi Patuh Kalimaya 2019, dan telah menindak sejumlah pengendara. Namun, pelanggaran didominasi oleh kaum milenial, seperti tidak memilik Surat Izin Mengemudi (SIM) dan tidak mengenakan helm.

Dirlantas Polda Banten Kombes Wibowo mengatakan, selama 14 hari berlangsungnya Operasi Patuh Kalimaya 2019 sebanyak 19.471 pengendara terjaring razia.

“Dari hasil operasi ini terlihat perbedaan yang sangat signifikan dengan hasil yang kita dapat pada tahun lalu, sebanyak 7.152 angka peningkatan pelanggar lalu lintas," kata Wibowo kepada wartawan, Jumat (13/9/2019).

 tilang

Berdasarkan data, Polda Banten menindak 2.164 pelanggar, Polres Serang sebanyak 2.078 pelanggar, Polres Pandeglang sebanyak 1.472 pelanggar. Kemudian Polres Lebak sebanyak 3.708 pelanggar, Polres Cilegon sebanyak 2.630 pelanggar, Polres Tangerang sebanyak 4.978 pelanggar dan terakhir Polres Serang Kota sebanyak 2.441 pelanggar.

"Pengandara di bawah umur, kelompok milenial dengan rentan umum 16 sampai 30 tahun jumlahnya luar biasa," ujarnya.

Dari data tersebut jumlah, pelanggar kendaraan roda dua didominasi oleh pelanggar lalulintas yang tidak menggunakan helm berstandar SNI sebanyak 6.486 pelanggar, melanggar arus berlawanan sebanyak 3.777 pelanggar, gunakan HP saat berkendara sebanyak 37 pelanggar.

Sedangkan untuk pelanggar roda empat didominasi penggunaan seftybelt sebanyak 1.695 pelanggar, melawan arus 301 pelanggar, pengendara anak di bawah umur sebanyak 189 pelanggar.

 tilang

Selain itu, 25 kejadian kecelakaan lalu lintas terjadi selama oprasi dengan jumlah korban meninggal 6 orang, korban luka berat 7 dan 28 korban luka ringan dengan total kerugian materi sebanyak Rp56.900.000.

"Untuk data kecelakaan mengalami penurunan kejadian, pada tahun 2018 kami mencatat sebanyak 31 kejadian dengan korban meninggal 13 orang dengan kerugian materi sebanyak RP136 juta," katanya.

Wibowo mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu patuh dengan rambu-rambu lalulintas, guna keselamatan bersama. Serta berharap dengan dilaksanakan Operasi Patuh Kalimaya 2019 setidaknya dapat menekan angka laka lantas di wilayah hukum Polda Banten.

"Kita harapkan dengan berakhirnya Operasi Patuh Kalimaya ini, kecelakaan lalu lintas bisa terus menurun, karena masyarakat semakin patuh dalam berlalulintas," tandasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini