Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kronologi Penganiayaan Sekuriti Serpong yang Dilakukan Oknum Polisi di Tangsel

Hambali , Jurnalis-Minggu, 15 September 2019 |02:05 WIB
Kronologi Penganiayaan Sekuriti Serpong yang Dilakukan Oknum Polisi di Tangsel
Kasus Penganiayaan Sekuriti BSD oleh Oknum Polisi di Tangsel (foto: Okezone/Hambali)
A
A
A

TANGERANG SELATAN - Dua orang petugas sekuriti masing-masing berinisial IW (32) dan AM (37) babak belur usai dianiaya oleh oknum petugas kepolisian di lingkungan Mapolres Tangerang Selatan (Tangsel).

Keduanya telah melaporkan kasus penganiayaan ke Propam Polres Tangsel. Baik IW maupun AM menginginkan, agar praktik arogansi oknum polisi yang berujung penganiayaan itu diselesaikan secara hukum.

Baca Juga: Diduga Mabuk, Oknum Polisi Aniaya Petugas Sekuriti hingga Bonyok 

Penganiayaan terhadap IW dan AM terjadi pada Jumat 13 September 2019 dinihari. Ketika itu, para sekuriti yang menumpangi 6 mobil patroli dan beberapa kendaraan Patroli motor (Patmor) sedang berkeliling mengecek keamanan wilayah.

Para petugas sekuriti berangkat dari kantornya di kawasan Serpong sekira pukul 00.30 WIB. Begitu tiba di wilayah Cicalengka, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, sekira pukul 01.00 WIB, tiba-tiba melintas seunit mobil Grand Livina yang spontan memepet sepeda motor salah satu korban.

"Jadi di daerah Cicalengka datang mobil dari arah bersamaan langsung memepet salah satu kendaraan patmor sambil menghardik, kamu kode apa itu? kamu kode apa?," ujar saksi berinisial GA, yang juga atasan korban kepada Okezone, Sabtu (14/9/2019).

Ilustrasi (foto: Shutterstock) 

Dijelaskan saksi GA, saat itu posisi dirinya berada dalam mobil patroli yang berada persis di belakang unit Patmor yang dikendarai korban. Karena memang sedang menggelar patroli bersama, laju kendaraan pun berjalan agak melambat dengan lampu sein menyala di bagian kiri.

"Jadi posisi kendaraan patmor kan ada di depan kita, memang sengaja lampu sein kiri menyala, jadi mungkin itu yang ditanya kode apa sama si oknum itu ke korban. Padahal sudah dijelasin, tapi unit patmor itu terus dipepet sama mobilnya, sampai akhirnya disalip diminta berhenti sama oknum itu," sambung GA.

Dengan emosi, pelaku turun dari mobil dan langsung melayangkan bogem mentah ke kepala korban. Korban tak melawan, bahkan berulang kali mencari tahu apa duduk persoalannya. Namun pelaku lagi-lagi terus memukuli. Salah satu komandan regu sekuriti yang mencoba melerai, ikut jadi korban pemukulan.

"Melihat anak buah saya dipukuli, saya langsung turun dari mobil patroli. Saya coba melerai, saya jelaskan baik-baik ke oknum itu tapi saya langsung didorong sampai menindih motor. Ada petugas sekuriti lain coba ikut melerai, tapi kena sasaran juga ditendang dipukulin," jelasnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement