Petugas patroli yang lainnya tak bisa berbuat banyak, lantaran pelaku diketahui memang adalah anggota kepolisian. Dari baju kaus yang dikenakan, celana dan sepatu dinasnya masih lengkap dipakai. Hingga akhirnya datang petugas dari anggota TNI yang di BKO kan ikut patroli. Meski terjadi perdebatan alot, namun pelaku akhirnya memilih pergi.
"Beruntung ada anggota TNI yang di BKO, akhirnya dipisahin. Dia (pelaku) sepertinya mabuk, tapi bukan minuman, karena enggak ada bau minuman. Bisa juga mungkin depresi," lanjut GA.
Kedua korban lantas melapor dan meminta pengantar visum ke Mapolsek Pagedangan, dengan nomor : VER/27/IX/2019 Sek Pgd dan VER/25/IX/2019/Sek Pgd. Setelah mendapat hasil visum, sekuriti IW dan AM melaporkan ulah brutal oknum polisi itu ke Propam Mapolres Tangsel.
"Sudah lapor ke Propam Polres. Kemarin memang akan dimediasi, tapi korban menolak. Hingga akhirnya proses hukum berlanjut," ucapnya.
Baca Juga: Gara-Gara Posting Dana Desa di Medsos, Aktivis Kampus Ditusuk OTK
Belakangan informasi yang diperoleh menyebut, bahwa pelaku merupakan oknum petugas Sabhara di Mapolres Tangsel dengan inisial AW. Belum diketahui apakah saat kejadian pelaku tengah di bawah pengaruh alkohol atau tidak.
Namun, pihak kepolisian belum mau memberikan keterangan atas kasus penganiayaan 2 sekuriti itu. Sebelumnya, Kasatreskrim Polres Tangsel AKP Muharam Wibisono Adipradono menyatakan, akan mengecek informasi adanya oknum kepolisian yang diduga melakukan penganiayaan.
"Saya cek dulu," jelasnya singkat.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.