nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PM Inggris Boris Johnson Samakan Dirinya dengan Hulk

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 16 September 2019 19:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 16 18 2105589 pm-inggris-boris-johnson-samakan-diri-dengan-hulk-ZOeub9jxLl.jpg Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. (Foto/Reuters)

LONDON - Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson menyamakan dirinya dengan karakter buku komik The Incredible Hulk dalam sebuah wawancara, di mana ia menekankan tekadnya untuk membawa Inggris keluar dari Uni Eropa atau Brexit pada 31 Oktober 2019.

Melansir Reuters, Senin (16/9/2019) Surat kabar Mail melaporkan bahwa Johnson mengatakan dia akan menemukan cara untuk menghindari pemungutan suara parlemen yang memerintahkannya untuk menunda membawa Inggris keluar dari UE.

"Semakin Hulk marah, Hulk semakin kuat," kata Johnson. "Hulk selalu bisa menyelesaikan masalah, tidak peduli seberapa berat masalahnya. Kami akan keluar pada 31 Oktober," ujar Johnson.

Foto/Reuters

Parlemen Inggris telah berulang kali menolak kesepakatan Brexit tanpa kesepakatan.

Baca juga: Inggris Bisa Hadapi Kelangkaan Pangan dan Kerusuhan Jika Gagal Sepakati Brexit

Baca juga: PM Johnson Berhentikan Parlemen Inggris Dua Bulan Menjelang Brexit

Foto/Reuters

Namun sejauh ini upaya Johnson telah digagalkan oleh partai-partai oposisi yang ingin memastikan Inggris tidak dapat meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan pada 31 Oktober.

Partai Demokrat Liberal, yang memiliki 18 kursi di parlemen berkapasitas 650 kursi Inggris mengajukan tawaran agar Inggris tetap berada di UE.

"Jika orang-orang dimasukkan ke dalam pemerintahan sebagai pemerintah mayoritas, partai 'Stop Brexit', maka menghentikan Brexit adalah persis apa yang akan didapat orang," kata pemimpin partai Jo Swinson.

PM Johnson sebelumnya telah menetapkan bahwa Brexit harus terjadi pada 31 Oktober apa pun keadaannya, yang berarti Inggris akan tetap keluar dari UE meski tidak mencapai kesepakatan dengan blok ekonomi Benua Biru itu.

Sebagai tanggapan atas hasil pemungutan suara itu, Boris Johnson mengatakan dia akan mengajukan mosi untuk menggelar pemilihan umum lebih awal.

Dia mengatakan kepada anggota parlemen bahwa dia tidak punya pilihan selain terus maju dengan upaya untuk menyerukan digelarnya pemilihan umum pada Oktober. Perdana menteri Inggris itu menambahkan: "Rakyat di negara ini harus memilih."

BBC melaporkan bahwa pemerintah bermaksud untuk mengadakan pemilihan pada 15 Oktober, dua hari sebelum KTT penting UE di Brussels. Untuk menyerukan pemilihan di bawah Undang-Undang Parlemen dalam jangka waktu Tetap, Johnson akan membutuhkan dukungan dari Partai Buruh karena ia membutuhkan dukungan dua pertiga dari 650 anggota parlemen Inggris.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini