Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tim Satgas Karhutla Terpapar Zat Monoksida Tingkat Bahaya karena Hirup Asap

Sigit Dzakwan , Jurnalis-Selasa, 17 September 2019 |14:00 WIB
 Tim Satgas Karhutla Terpapar Zat Monoksida Tingkat Bahaya karena Hirup Asap
Sejumlah prajurit saat istirahat usai memadamkan api karhutla di hutan (foto: istimewa)
A
A
A

KOBAR - Sebanyak 16 orang dari tim satuan tugas (Satgas) kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah dalam paru parunya sudah terkandung zat monoksida, yang mencapai kadar angka 9 mendekati 10 atau sudah melebihi batas (berbahaya).

Hal ini diketahui setelah 36 orang anggota BPBD Kobar melakukan pemeriksaan di Dinas Kesehatan Kobar pada Senin (16/9/2019). Saat ini ke- 16 anggota BPBD Kobar tersebut harus istirahat total.

 Baca juga: Penggunaan Kalsium Oksida, Strategi Baru Teknologi Modifikasi Cuaca Atasi Asap Karhutla

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular, Dinkes Kobar Ahmad Sulkan menuturkan, Tim Satgas Karhutla Kobar telah mengajukan pemeriksaan atas kandungan monoksida dalam paru-paru.

"Hasilnya, dari 36 anggota BPBD Kobar, ada 16 orang yang sudah melebihi batas normal dan 4 orang yang dalam kategori waspada," ujar Sulkan, Selasa (17/9/2019).

 Kebakaran Hutan

Sulkan menerangkan, untuk tingkatan kandungan monoksida dalam tubuh nilai 1 sampai 6 masuk dalam kategori normal, 7 sampai 9 masuk dalam kategori waspada dan nilai 10 sudah melebihi batas atau berbahaya.

 Baca juga: Tinjau Lokasi Karhutla, Jokowi: Pencegahan Itu Paling Efektif!

"Kami sarankan untuk beristirahat, mengkonsumsi asupan bergizi selama 2 minggu, untuk yang belum dilakukan pemeriksaan disarankan bisa mendatangi Puskesmas terdekat dan membuat jadwal, karena kita juga keterbatasan alat smoke analyzer," ungkapnya.

 

Selain itu Sulkan menerangkan, untuk trend penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) di Kabupaten Kobar pada Agustus 2019 mengalami peningkatan sebanyak 3.383 orang dan dua pekan September sebanyak 1.500 orang. sebelumnya pada Juli 2019 ada 2.400 orang.

"Peningkatannya 20 persen, lonjakan semakin banyak, salah satunya kabut asap inu berpotensi menambah ISPA," terangnya.

Sulkan melanjutkan, kategori usia yang terpapar pada bulan Agustus lalu 1 sampai 19 tahun yang merupakan usia produktif sebanyak 55 persen, 20 hingga 54 usia dewasa sebanyak 25 persen, 0 sampai 1 tahun usia balita sebanyak 10 persen dan 55 sampai 70 tahun usia lansia sebanyak 11 persen.

Udara CO² sama dengan asap rokok dan asap kendaraan, resiko ISPA semakin parah untuk penderita asma, dan iritasi mata pedih mengeluarkan air mata jika terpapar langsung.

 Kebakaran Hutan

"Kita tingkatkan pengawasan dan penguatan survei ISPA, upaya kita memberikan himbauan untuk berpilaku hidup bersih dan sehat. Usia rentan ibu hamil, anak-anak, balita dan lansia menjadi titik perhatian kita. Jangan sampai kondisi ini malah parah, untuk itu gunakan pakai masker saat beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak minum air putih," tandasnya.

Dinkes Kobar dan disusul Puskesmas di Kobar telah menyediakan ruang singgah beroksigen. Bagi yang memerlukan oksigen bisa datang ke Dinkes atau Puskesmas yang memiliki ruang singgah beroksigen.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement