nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demo Tuntut Selesaikan Pelanggaran HAM di Sorong Dibubarkan Polisi

Chanry Andrew S, Jurnalis · Rabu 18 September 2019 14:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 18 340 2106345 demo-tuntut-selesaikan-pelanggaran-ham-di-sorong-dibubarkan-polisi-poBIF162Ns.jpg Polisi Amankan Aksi Demo di Kota Sorong, Papua (foto: iNews/Chanry Andrew S)

SORONG - Polisi membubarkan aksi demo yang dilakukan sekelompok warga Papua di Jalan Basuki Rahmat, Kota Sorong, Selasa (19/9/2019). Demo tersebut dibubarkan lantaran tidak adanya izin dari Polres Sorong.

Aksi demonstrasi sejumlah warga Papua ini awalnya berjalan damai di mana massa membawa sejumlah spanduk dan pamflet yang berisi tuntutan menolak para tokoh yang bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara beberapa waktu lalu dan juga massa membawa sejumlah foto-foto yang diduga merupakan warga Papua korban pelanggaran HAM masa lalu yang perlu dituntaskan oleh negara.

Baca Juga: Amnesti International Minta Interpol Tak Proses Red Notice Veronica Koman 

Demo di Sorong Papua Dibubarkan Polisi (foto: iNews/Chanry)

Saat tengah asyik berorasi sejumlah anggota Polisi yang dipimpin Kabag Ops Polres Sorong kota, AKP Eko Yusmiranto, langsung menghentikan aksi demonstrasi tersebut sambil meminta penanggung jawab aksi agar segera membubarkan diri. Namun, tidak satupun massa pendemo yang mengaku sebagai penanggung jawab aksi.

Polisi langsung dengan tegas menyita sejumlah pamflet dan spanduk yang dibawa oleh massa. Kemudian massa diminta untuk membubarkan diri.

Dua orang warga yang ada bersama-sama massa Pendemo yang tak menghiraukan seruan Aparat kepolisian tetap berorasi, sehingga aparat keamanan langsung mengamankan keduanya ke Mapolres Sorong kota.

Sebelumya sebuah seruan bagi warga Papua sempat beredar di kalangan warga dan media sosial berupa seruan demo damai.

Kapolres Sorong kota, AKBP Mario Christy Siregar mengatakan, dibubarkannya aksi demonstrasi warga tersebut karena pendemo melanggar undang-undang terkait aksi demonstrasi. Dan aksi massa itu juga dilakukan tepat di depan rumah ibadah.

"Saya katakan itu tidak sesuai. Sudah kita memberikan surat penolakan tapi masih melaksanakan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum, melanggar pasal 128. Ada undang-undangnya dan sudah kita dalami. Tidak ada satupun yang bertanggung jawab, tidak ada korlap tidak ada maksud dan tujuannya, apalagi tadi karena dilakukan di depan tempat ibadah," ucap Mario kepada awak media di lokasi demonstrasi.

Baca Juga: Pakar HAM PBB Amnesti Internasional Nilai Hukum di Indonesia Ada Masalah 

Demo di Sorong Papua Dibubarkan Polisi (foto: iNews/Chanry Andrew S)

Mario menambahkan, terkait situasi Kamtibmas di kota Sorong, semua berjalan normal dan kondusif. Aktivitas perkantoran, sekolah dan perekonomian berjalan'seperti biasanya.

Aparat juga menurut Mario masih terus melakukan patroli di sejumlah lokasi di kota Sorong, hal ini guna mengantisipasi adanya massa yang berkumpul dan melakukan aksi-aksi blokade jalan raya.

Dari informasi yang didapatkan Okezone, sebanyak 7 orang warga yang merupakan peserta demonstrasi diamankan oleh aparat kepolisian di mana ketujuh warga tersebut diamankan di dua lokasi berbeda.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini